"Aku menciptakan neraka untuk ayahmu, tapi mengapa aku ingin menjadi pelindungmu?"
Devon Arlo Hawthorne telah mematikan identitas aslinya. Tidak ada lagi pewaris kaya dari London; yang tersisa hanyalah seorang pria dengan dendam mematikan yang menyusup ke dalam hidup Leonardo Marco Castillo. Dengan strategi yang tersusun rapi, Devon memakai topeng sempurna-menjadi sosok 'pahlawan' yang diandalkan di istana kekuasaan musuhnya, hanya untuk menghancurkannya dari dalam.
Satu per satu bidak catur ia gerakkan, dan target utamanya adalah Kiara Isabelle Castillo. Devon tahu, bagi Leonardo, putri tunggalnya itu bukan sekadar anak, melainkan aset paling berharga untuk memperluas kerajaan bisnisnya. Devon bersumpah akan memetik 'bunga' kesayangan Leonardo itu dengan tangannya sendiri sebagai bayaran atas masa lalunya yang hancur.
Namun, segalanya mulai goyah saat Devon menyaksikan sendiri apa yang terjadi di balik tembok istana mewah Castillo. Ia menemukan fakta bahwa Kiara tidak hidup dalam kebahagiaan. Melalui mata yang kosong dan sikap yang begitu rapuh, Devon melihat pantulan luka yang sama dengan miliknya. Gadis itu hanyalah burung dalam sangkar yang sayapnya telah patah sebelum sempat terbang.
Rasa iba mulai mengusik kepingan hatinya yang dingin, mengoyahkan keyakinannya. Namun, setiap kali hatinya melunak, Devon kembali memupuk dendamnya dengan ingatan akan luka kakaknya dan api yang menghanguskan hidupnya.
Di antara ambisi untuk menghancurkan dan keinginan untuk melindungi, Devon terjebak dalam permainannya sendiri. Akankah ia tega menjadikan gadis serapuh Kiara sebagai tumbal balas dendamnya? Atau justru sang predator akan menjadi satu-satunya alasan sang burung sangkar tetap bernapas?
All Rights Reserved