"Mbak datang ke sini bukan untuk benerin motor, tapi karena Mbak mau dibenerin sama saya, kan?"
Dara Ayuningtyas adalah personifikasi dari kesucian yang menipu. Di koridor kampus, ia adalah mahasiswi semester lima yang kudus dengan lesung pipi yang menenangkan, namun di balik tatapan lembutnya, tersimpan obsesi yang merayap liar setiap kali motor matic-nya ia buat rewel. Dara terjebak dalam labirin modus yang ia ciptakan sendiri, sebuah kecanduan kronis pada aroma oli, bensin, dan keringat maskulin yang menguar dari bengkel pinggir jalan. Ia tidak lagi butuh perbaikan mesin; ia butuh seseorang untuk membongkar habis topeng kesantunannya yang mulai terasa menyesakkan dan palsu.
Di altar besi yang lembap itu berdiri Arga, mekanik muda bertubuh kekar dengan kulit legam yang memancarkan aura maskulinitas berbahaya. Arga bukan sekadar ahli mesin; ia adalah predator yang mampu membaca setiap getaran hasrat di balik kemeja basah Dara. Dengan jemari besar yang lihai dan "piston" perkasa yang siap menggeber silinder Dara, Arga menawarkan servis total yang tak akan pernah ditemukan di buku teks mana pun. Ia adalah sosok dominan yang mampu mengubah dinginnya rintik hujan menjadi pelumas dosa yang menghangatkan rahim Dara dalam kegelapan gudang.
Namun, saat pertahanan Dara benar-benar rontok dan tubuhnya pasrah digenjot tanpa ampun di atas sofa gudang yang berdebu, ia baru menyadari bahwa Arga menyimpan rahasia yang mematikan. Dengan pengakuan tentang kemandulannya, Arga menghujamkan segala hasrat kentalnya tanpa rasa takut, membiarkan benih haramnya membanjiri setiap relung jiwa Dara yang haus. Sanggupkah Dara kembali menjadi mahasiswi teladan setelah "mesinnya" jebol oleh sang mekanik, ataukah ia akan selamanya terjebak dalam siklus servis liar yang perlahan membunuh sisa-sisa iman dan harga dirinya?
Tutti i diritti riservati