XAVION

XAVION

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 28, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
[ PART MASIH LENGKAP - FOLLOW SEBELUM BACA] Valerie Anneliese Valois punya satu motto hidup: "kalau lo cantik dan kaya, dunia ada di genggaman lo". Sebagai pemimpin geng BARBIE-Q di Aurelian International High, hidup Vane hanya seputar koleksi tas mewah, nongkrong di kafe estetik, dan memastikan mahkota di kepalanya tidak miring. Namun, ada satu hal yang mengusik hidup sempurnanya: Xavion Jace Aldrich. Cowok dingin, irit bicara, dan pemilik tatapan mematikan dari geng terkenal OBSIDIAN itu adalah satu-satunya orang yang berani menganggap Vane tidak ada. Bagi Vane, diabaikan adalah penghinaan besar. Maka, misinya jelas, membuat si "Robot Es" itu bertekuk lutut dan mengakui pesonanya. "Heh, Robot Es! Lo itu punya mata buat liat gue, bukan buat pajangan doang!" -Vane. "Berisik. Minggir." -Xavion. Vane pikir Xavion hanyalah anak konglomerat sombong yang kurang pergaulan. Sampai suatu malam, sebuah ketidaksengajaan membawa Vane melihat pemandangan yang tidak seharusnya ia lihat. Xavion, dengan seragam sekolah yang rapi, berdiri di tengah kegelapan dengan pistol di tangan dan aura iblis yang mencekam. Nama Aldrich ternyata bukan sekadar marga kaya raya biasa. Itu adalah simbol dari Black Sector, organisasi bawah tanah yang paling ditakuti. Kini, Xavion tidak lagi menyuruhnya menyingkir. Dia justru menarik Vane masuk ke dunianya. Dunia yang penuh dengan rahasia, peluru, dan pengkhianatan. Di antara drama koridor sekolah yang penuh gengsi dan ancaman nyawa yang mengintai di balik bayangan, Vane sadar... jatuh cinta pada Xavion adalah kesalahan paling indah, sekaligus paling mematikan yang pernah ia buat. "Gue udah peringatin, Little Queen. Sekali lo tau siapa gue, lo nggak akan pernah bisa pulang ke rumah dengan selamat."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Nakula
  • Salah Status [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines