The Distance We Chose

The Distance We Chose

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 30, 2026
"Dia tidak pernah mengetuk-dia hanya berdiri di sana, seolah menunggu aku yang belajar membuka pintu." -Zyrene Kiora Ashveil "Dia tidak meminta masuk-dan justru itu yang membuatku akan mencoba membuka pintunya lebih dulu." Kaizen Morrel Ravenshade Apakah kamu percaya dengan cinta yang tumbuh tanpa kata? Ini kisah Zyrene Kiora Ashveil dan Kaizen Morrel Ravenshade, dua orang dengan dinding nya masing-masing, berdiri sejajar tanpa tahu bagaimana cara mengetuk. Dalam ruang yang hening, banyaknya batasan yang tak diundang, dan trauma begitu banyak trauma yang menghantui... Akankah mereka mampu saling membuka hati tanpa harus mengoyak luka yang belum sembuh. Jika kamu percaya bahwa cinta tidak selalu datang dalam keadaan utuh, ayo kita kawal langkah Zyren dan Kaizen untuk menemukan jawaban di antara sunyi, trauma, dan rasa yang tumbuh tanpa izin. NOTES: Jika ada kesamaan nama tokoh, itu murni ketidaksengajaan.
All Rights Reserved
#451
trustissue
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After the Fall
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Lost Cael (Selesai)
  • PERIHELION
  • ENVELOVE
  • Bodyguard Salah Alur
  • TUNANGAN ANTAGONIST GILA
  • Halo Gus!!
  • Sialan, Ko Jadi Gini?! [END]
  • MUKTI AGUNG

Zein Alastair Lucien Ashton. Ketika dia masih kecil dan masih belum mengerti apa-apa, seluruh anggota keluarganya pergi meninggalkan dia untuk membawa kakak keduanya yang saat itu sakit parah berobat ke luar negeri dan dia ditinggalkan bersama para pekerja di rumah besar keluarga mereka. Zein tumbuh tanpa figure keluarga, hanya dibesarkan oleh para pelayan. Dia anak baik dan ceria meskipun tumbuh tanpa keluarganya. Mereka pulang sekali dalam beberapa tahun dan setiap kepulangan mereka langsung disambut dengan baik oleh Zein, namun mereka berubah... Entah karena tak lagi merasa sayang karena sudah lama tak bersama ataukah karena ada sosok yang lebih butuh daripada Zein. Hingga akhirnya setelah sebelas tahun berlalu, si anak tengah dinyatakan sembuh dari penyakitnya. Mereka memutuskan untuk pulang, mengejutkan Zein dengan kepulangan mereka sambil membawa banyak sekali hadiah untuk si bungsu dan berbagai rencana kegiatan yang akan mereka lakukan. Namun hari itu, saat mereka tiba... Tidak ada sambutan, tidak ada pelukan. Suasana rumah besar itu sepi tanpa kehadiran Zein. Mereka bertanya-tanya, ke mana anak itu pergi? Namun para pelayan hanya mengatakan bahwa sang tuan muda tak pernah pulang dalam waktu beberapa bulan terakhir. Bukan karena dia kabur dari rumah, bukan karena dia pergi untuk kebebasan dalam kenakalannya. Tapi dia pergi karena 'Mentalnya' harus mendapatkan perawatan. Sebuah kejadian di suatu hari yang suram membuat Zein kehilangan kewarasannya hingga semua pelayan memutuskan untuk mengirimnya ke sebuah tempat yang bernama 'Rumah Sakit Jiwa.' Dan lebih dari semua itu, keluarganya tidak mengetahui apa pun selama ini. #1Trauma🥇 #1Mental🥇 #1Keluarga🥇 #1Zein🥇 #1Brothership🥇 #1Bungsu🥇 #1Adik🥇 Ditulis pada Senin, 19 Januari 2026- Dipublikasikan pada Senin, 16 Maret 2026-

More details
WpActionLinkContent Guidelines