Titik Nol

Titik Nol

  • WpView
    Membaca 58
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jul 20, 2026
Dalam kanvas digitalnya, Shian bisa memperbaiki segalanya dengan Ctrl+Z, namun ia tersadar bahwa hidup tak memiliki tombol undo untuk menghapus lelah yang terlanjur membekas. Terjebak dalam burnout tugas akhir, ia terpaksa melawan trauma untuk pulang ke tanah leluhur demi melakukan sebuah manual reset. Di antara tekstur alam yang kasar dan palet warna bumi yang jujur, ia belajar bahwa inspirasi sejati tidak lahir dari layar yang presisi, melainkan dari keberanian menimpa sketsa lama dengan goresan baru yang lebih bermakna. Langkahnya kemudian bersinggungan dengan seorang pemuda asing yang hadir bagaikan negative space-sosok yang memberinya ruang untuk bernapas dan tanpa sadar menjadi kepingan inspirasi yang selama ini hilang dari resolusi jiwanya yang sempat pecah.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#1
​romance
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • MINE, NO ONE ELSE (END)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Silent Traces by the Sea
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nala dan Mas Juragan
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Be My Wife
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • The Dateline [END]
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)

[DI LARANG KERAS COPY PASTE]. FOLLOW SEBELUM BACA !!! Bagi semua orang di SMA Garuda, Axel Regantara adalah monster temperamental yang paling dihindari. Badboy ketua geng, tukang berantem, dan dingin tak tersentuh. Tapi bagi Reina Alvionita, Axel adalah masa lalu kelam yang ingin ia kubur dalam-dalam. Reina mengira kepindahannya ke sekolah ini akan membawa ketenangan. Namun, takdir justru membawanya kembali ke hadapan Axel. Bedanya, Axel yang sekarang tidak lagi menindasnya seperti dulu. Tatapan cowok itu berubah menjadi sebuah obsesi. Axel mengklaim Reina secara terang-terangan. Siapa pun yang berani menatap Reina terlalu lama, berkomentar genit di sosial medianya, atau sekadar mendekat, harus siap berhadapan dengan kepalan tangannya. Semua orang takut pada Axel. Tapi hanya Reina yang berani membentak cowok itu-dan anehnya, Axel selalu nurut. Di antara emosinya yang gampang meledak dan kepalan tangannya yang penuh luka berantem, Axel menyimpan satu kalimat mutlak untuk gadisnya: "Gue bisa dihancurin siapa aja, Princess. Tapi jangan lo. Karena kalau lo yang pergi, gue bisa gila."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan