MARI HIDUP LEBIH LAMA LAGI

MARI HIDUP LEBIH LAMA LAGI

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 27, 2026
Bagi sebagian orang masa SMA adalah masa yang paling indah, tetapi bagi Nayra masa SMA adalah kutukan. Agar bisa tetap sekolah dan mempertahankan beasiswanya Nayra rela di benci dan di bully setiap hari oleh teman-temannya. "Udah jelek, bau lagi." "Kok bisa sih orang kaya lo milih hidup, kalau gue jadi lo, gue udah bunuh diri dari dulu." Nayra kira dia sudah terbiasa, Nayra kira dia bisa melewatinya, dan Nayra kira mereka akan berubah. Ternyata tidak, sekuat apapun dia menahan lukanya, sekuat apapun dia bertahan, dia tidak pernah benar-benar baik-baik saja. "Berapa persen kemungkinan aku mati kalau jatuh dari sini?" dari lantai tiga gedung sekolahan, mereka saling menatap. Disaat dirinya berada di ujung kematian, sosok itu datang dan merengkuhnya, membisikan kata-kata yang bahkan tidak pernah dia ucapkan untuk dirinya sendiri. "Jangan mati, Nay. Mari hidup lebih lama lagi. Cerita ini tentang mereka yang berusaha selesai dengan masa lalu, tentang mereka yang mencari arti kehidupan, dan tentang mereka yang memilih sembuh dari luka, walaupun dengan cara yang berbeda.
All Rights Reserved
#593
bully
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MUKTI AGUNG
  • Halo Gus!!
  • The Lost Cael (Selesai)
  • Tsundere Maniak Susu
  • TUNANGAN ANTAGONIST GILA
  • Bodyguard Salah Alur
  • ENVELOVE
  • Sialan, Ko Jadi Gini?! [END]
  • PERIHELION
  • After the Fall

(Manipulatif, redflag) Terjadi penggerebekan di sebuah desa terpencil yang jauh dari kota, para warga desa berbondong-bondong mendatangi sebuah rumah saung yang terletak ditengah hamparan sawah yang ditumbuhi jagung. Laura berusaha menjelaskan, bahwa tidak terjadi apa-apa antara dirinya dan Mukti di rumah saung itu, namun tidak ada satupun yang mempercayai ucapannya, bahkan kedua orang tuanya pun tak percaya. Diam-diam, Mukti tersenyum melihat keputusasaan Laura, mungkin dikampung ini, hanya gadis itu yang tau bagaimana gilanya dia. "Rantai bernyawa ini, bakal susah dilepasin neng." bisik Mukti di telinga Laura.

More details
WpActionLinkContent Guidelines