Tetesan Yang Tertinggal

Tetesan Yang Tertinggal

  • WpView
    LECTURAS 385
  • WpVote
    Votos 23
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, may 3, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
"Kamu mau gendong, Maga?" Pertanyaan itu membebani Magada. Melihat bayi dalam dekapan Kenanga, istrinya, membuat pria itu mengenang kembali rasa tak nyaman saat dirinya dipaksa menerima seorang bayi sebagi adiknya. Adik yang bahkan tidak pernah ada di dalam perut ibunya. Ternyata Magada masih membenci dari efek memaksakan diri atas menerima apa yang tidak datang dari dirinya. Dia tidak merasa nyaman melihat bayi yang asalnya dari tetesan Deka mantan kekasih istrinya. Dendam Magada lebih dalam lagi karena Deka adalah adik beda ibu yang harus dia terima karena sang ayah adalah pelaku utama dari luka Magada. Jika harus merasakan kesakitan dan kecewa, maka Magada akan membuat semua pihak merasakannya. Walau pada akhirnya, menyakiti Kenanga sama dengan lebih menyakiti dirinya sendiri.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • Drama di Pintu Kosan
  • BACKSTREET
  • REGAN's Crazy Wife
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • Mission
  • Chana's Transmigrasi
  • Change The Plot (Niel) ✓

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido