ALDRIC

ALDRIC

  • WpView
    Reads 250
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 7 hours ago
Aurelia Prastya Nugroho hidup dalam bayang - bayang. Ia menyimpan rahasia terbesar, seorang putra yang wajahnya duplikat sempurna dari pria yang paling ia benci, Aldric Harsa Argatama. ​Namun, Aldric kembali. Bukan sebagai kekasih yang dulu, melainkan sebagai sosok dingin yang mengikatnya dalam pernikahan kontrak dua tahun. Di balik topeng angkuhnya, Aldric tak tahu ada nyawa kecil yang Aurelia sembunyikan. ​Jika Aldric tahu, ia akan mengambil segalanya. Termasuk hidup Aurelia.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benua Antartika
  • MANGKUBUMI BERDARAH
  • KENANGA
  • Blessing of Souls
  • Aliansi Hati
  • Dark Of Love
  • STUCK IN THE PAST
  • The Politician's Innocent Wife #Completed
  • When Love Crosses the Line (END)
  • (Im)Possible Bloom

[BenuaSeries #1] "I don't like my man laughing with another girl." "And I don't like it when another man breathes the same air as you." Pernahkah kalian merasakan betapa bisingnya kesunyian saat kalian berada di tengah keramaian? Pernahkah kalian merasakan kala tak satu pun telinga bersedia mendengar suara kalian yang sudah terlalu lama menahan tangis sendirian? Pernahkah kalian merasakan rasanya menjadi benda mati yang hanya dipandang sebagai objek pelampiasan? Pernahkah kalian merasa asing dalam tubuh sendiri setelah mereka merenggut cara kalian mencintai diri sendiri hingga yang tersisa hanyalah benci? Pernahkah kalian merasakan menjadi tempat orang-orang membuang sampah emosi mereka hingga kalian perlahan lupa bagaimana rasanya menjadi manusia yang berharga? Pernahkah kalian merasakan betapa melelahkannya harus terus merunduk agar badai hinaan itu tidak menghantam tepat di wajah kalian lagi? Apakah kalian pernah terbangun di pagi hari dengan dada yang begitu sesak, hanya untuk menyadari bahwa dunia di luar sana bukanlah tempat yang aman? Apakah kalian pernah sampai pada titik di mana rasa sakit fisik tidak lagi terasa? Apakah kalian pernah sampai pada titik merasa kembali dipaksa menelan pil pahit bernama penghinaan demi bertahan hidup satu hari lagi? Apakah kalian pernah sampai pada titik di mana kalian bertanya-tanya, apakah kesalahan terbesar dalam hidup ini adalah sekadar menjadi diri sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines