A Contract Called Marriage

A Contract Called Marriage

  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 15, 2026
Demi ambisinya untuk menang dalam pemilihan, Prabu Lengkara Kertabhumi menyetujui sebuah perjanjian yang mengikat hidupnya: menikahi Arusha Naiara Arkadewi, putri dari keluarga berpengaruh. Pernikahan itu sah di mata hukum, tapi tidak di hatinya. Kara menutup semua akses, termasuk hatinya, untuk sang istri. Namun Rusha bukan tipe wanita yang mudah menyerah. Ia tetap bertahan, berusaha, dan perlahan mengetuk sesuatu yang bahkan tak pernah terbuka untuknya. Hingga akhirnya ia menyadari satu hal yang menghancurkan segalanya. Di dalam hati suaminya, telah berdiri sebuah "kerajaan", dan penguasanya bukan dirinya. Melainkan seseorang yang selalu dipanggilnya dengan satu nama: Cah Ayu. Di antara pernikahan tanpa cinta dan hati yang telah dimiliki orang lain, mampukah Rusha merebut tempatnya sebagai istri sekaligus sebagai wanita yang dicintai? Atau justru ia hanya akan menjadi bagian dari kisah yang sejak awal bukan miliknya? "Aku tahu kita menikah bukan karena cinta. Tapi... tak bisakah kau sedikit saja menghargai aku sebagai istrimu?" - Arusha Naiara Arkadewi (24) "Melahirkan anakku bukan berarti kau memiliki hatiku. Ada seseorang yang tetap menjadi penguasanya." - Prabu Lengkara Kertabhumi (32)
All Rights Reserved
#848
adultromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • MINE, NO ONE ELSE (ON GOING)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Silent Traces by the Sea
  • The Dateline [END]
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • Be My Wife

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines