OLIVER DAKE ALEXANDRO

OLIVER DAKE ALEXANDRO

  • WpView
    Odsłon 22
  • WpVote
    Głosy 0
  • WpPart
    Części 1
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja czw., cze 11, 2026
"RA!!" teriak Oliver putus asa. Ia langsung berlari keluar kamar, melompat turun tangga rumah tanpa peduli teguran orang tuanya. Hujan deras turun, tapi Oliver tidak peduli. Ia menyalakan motornya dengan tangan gemetar, matanya berkaca-kaca menahan amarah dan ketakutan. Tunggu aku, Aurora. Lo Jangan mati dulu. Gue janji bakal nyelamatin lo... Tapi saat Oliver sampai di gerbang sekolah yang sudah gelap dan sepi, ia hanya menemukan sebuah gelang manik-manik berwarna merah muda yang tergeletak di tanah becek. Gelang itu adalah gelang pemberian Oliver untuk Aurora. Dan di atasnya, ada noda merah segar yang mulai larut terbawa air hujan...
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#665
ketuaosis
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Pawang Hantu Om Aktor
  • TERRITORY
  • Kedhaton Soeraandaru Hadiningrat
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • SAGA
  • MINE, NO ONE ELSE (END)
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • Tempat Pengganti
  • My Celestia [ON GOING]
  • Círculo del Destino

"Saya bayar kamu seratus juta per bulan. Syaratnya cuma satu: jangan pernah lepas tangan saya tiap kali hantu sialan itu datang." Bagi Kanaya (22), pejuang skripsi yang sedang bokek parah dan kabur dari perjodohan klenik keluarganya, tawaran itu adalah jackpot. Bagi Arlan Dewantara (33), megabintang paling angkuh se-Asia Tenggara, sentuhan Naya adalah satu-satunya hal yang membuatnya tidak gila akibat diteror hantu masa lalunya sendiri. Demi menutupi kewarasan Arlan yang di ujung tanduk, sebuah kontrak Double Cover disepakati. Di depan media, Naya adalah asisten pribadi Arlan agar punya alasan logis tinggal satu penthouse. Di depan keluarga Naya, Arlan adalah pacar pura-puranya. Namun, saat genggaman tangan karena ketakutan itu perlahan berubah menjadi pelukan posesif di tengah malam... mampukah mereka bertahan hanya pada selembar kontrak bisnis semata?

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści