CLIMB - BALL [JAYHOON] ON GOING

CLIMB - BALL [JAYHOON] ON GOING

  • WpView
    Reads 2,540
  • WpVote
    Votes 438
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 19, 2026
Jevan adalah definisi dari kesempurnaan yang menyebalkan: kapten basket, penakluk hati, dan tukang kardus nomor satu yang tidak pernah gagal mendapatkan apa yang ia mau. Baginya, semua orang punya harga yang bisa dibeli dengan pesona. Namun, dunianya yang penuh kendali mendadak goyah saat ia dihadapkan pada taruhan gila selama satu bulan: menaklukkan Keenan. Keenan bukan uke manis yang biasa Jevan temui. Dia adalah atlet panjat tebing yang sedingin es dan secuek batu tebing yang ia panjat. Di antara dinding panjat yang tinggi dan riuh lapangan basket, Jevan harus bertaruh dengan egonya sendiri. Apakah pesona "kardus" Jevan mampu meluluhkan seseorang yang bahkan tidak takut pada ketinggian, atau justru Jevan yang akan jatuh tanpa tali pengaman di tangan Keenan? jay (dom) hoon (sub) ❗bxb❗
All Rights Reserved
#135
jake
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MUTE │HEEHOON
  • AETHERMOON: THE STOLEN LIGHT [JAYHOON] ON GOING
  • Broken Kings: The Forbidden Crown
  • My Tetangga || Jayhoon
  • Jadi Uke || Jayhoon Lokal
  • Di Sampingmu [Heejay]
  • FALL IN LOVE AGAIN [HOONSEUNGJAKE]
  • Prince of heaven's grace
  • HOONSEUNG | You Hurt Me, But I Stayed
  • Antara Jingga dan Angkasa (JayHoon)

Satu tahun setelah kecelakaan itu, rumah megah milik Hansen Wilhelm Siahaan (hs) tak lebih dari sebuah kotak kaca yang kedap suara. Tidak ada tawa, tidak ada kata-kata-hanya ada Axelle Kimi Siahaan yang terjebak dalam keheningan traumatisnya sendiri. Hansen punya segalanya untuk membeli dunia, namun ia gagal membeli kembali suara putra tunggalnya. Sampai akhirnya, Ian Shakael (sh) datang. Sebagai seorang Pediatric Occupational Therapist, Ian tidak hadir untuk memaksa Kimi berbicara. Ia hadir untuk mendengarkan apa yang tidak terucap melalui jemari Kimi yang gemetar dan tatapan matanya yang nanar. Di antara sticky notes, kepingan lego, dan memori yang pecah, Ian perlahan menyadari bahwa di rumah ini, bukan hanya Kimi yang butuh disembuhkan. Di balik dingin dan kaku punggung Hansen, ada luka yang juga membisu. Ini bukan sekadar cerita tentang belajar bicara kembali. Ini tentang belajar untuk tetap 'hadir' saat dunia terasa terlalu bising untuk dihadapi sendirian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines