"Wir, kalau nanti di gerbang Ganesha cuma ada kamu, jangan lama-lama nengok ke belakang ya? Jalan terus, jangan berhenti." Di bawah langit Bandung yang selalu punya cara untuk terasa dingin, Wira dan Rakha merajut mimpi tentang jaket himpunan dan masa depan di kampus impian. Namun, di balik tawa renyah di sela-sela jam pelajaran dan aroma kopi di Jalan Braga, ada rahasia yang Rakha simpan rapat-rapat dalam tas sekolahnya. Sebuah vonis medis yang perlahan merenggut detak jantungnya, tepat saat ujian akhir nasional mulai menghitung mundur. Ini bukan hanya tentang cinta monyet anak SMA. Ini tentang bagaimana Bandung menjadi saksi bisu saat satu nyawa memilih untuk 'tidur' selamanya di bahu orang yang paling ia cintai, meninggalkan satu ijazah yang tak akan pernah disentuh pemiliknya.
More details