Senyum Yang Tidak Pernah Tulus

Senyum Yang Tidak Pernah Tulus

  • WpView
    GELESEN 19
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mo., Apr. 27, 2026
Alena pikir sekolah barunya akan jadi awal yang biasa. Sampai dia bertemu Arka---- murid sempurna yang tidak pernah terlihat salah. Tapi semakin dekat, semakin jelas ada sesuatu yang tidak beres. Pesan misterius yang menghilang. Orang-orang yang berubah tanpa alasan. Dan permainan yang tidak pernah dia sadari sejak awal. Sekarang Alena harus memilih. Melawan.. atau terjebak lebih dalam. Karena sekali Arka memperhatikanmu. hidupmu tidak akan pernah sama lagi.
Alle Rechte vorbehalten
#7
kisahgelap
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Bound to Him
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Fraktal Rahasia (Selesai)
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Shadow in the Lab
  • Defiant [END]
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • My Perfect Model ( Republish )

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien