DRAYAKA (21+)

DRAYAKA (21+)

  • WpView
    Reads 10,726
  • WpVote
    Votes 376
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 24, 2026
WpInfo
Fiction
LGBTQIA+
Gay
Aspal dan makadam di Nganjuk menjadi saksi bisu kedatangan Aris, pemuda kota dengan kulit seputih pualam dan aroma citrus yang asing bagi tanah gersang. Ia mengira pengabdian ini hanyalah soal angka dan koordinat, hingga langkahnya terhenti oleh bayangan tiran yang lahir dari rahim bumi.Satria adalah manifestasi hutan jati yang liar; kasar, dominan, dan memiliki lisan sehitam jelaga. Di balik pengapnya tobong gamping dan rimbun dedaunan yang membeku, sebuah ketegangan primitif lahir tanpa permisi. Aris terjebak dalam labirin hasrat yang menindas, di mana setiap sentuhan tangan Satria yang kapalan adalah titah yang tak kuasa ia tolak.Ini bukan tentang cinta yang suci, melainkan tentang aroma tembakau cengkeh yang menyesakkan dan keringat jantan yang membakar logika. Di tengah desau angin rimba, Aris menyerahkan kedaulatan raganya pada sang penguasa lahan, membiarkan dirinya menjadi tawanan dalam perjamuan nafsu yang meninggalkan bekas permanen di bawah kulitnya.Akankah Aris pulang membawa kenangan, ataukah ia telah memilih untuk tertanam selamanya dalam luka yang sengaja dibuat abadi oleh sang tiran?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Langit Berbeda
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • My Step Mom? [END] ✔️
  • Stealing My Husband
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • MOTHER
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • Unexpectedly Yours
  • ATMA FATAMORGANA

Dua anak kembar yang terpaksa terpisah sejak tangis mereka pertama kali terdengar di bumi-sang ibu membawa Saka, sang ayah membawa Kael. Satu tumbuh dalam kehangatan dan prestasi, dikelilingi senyum dan harapan. Satu lagi belajar bertahan di rumah yang keras, memeluk mimpi di dalam air, lalu kehilangannya oleh tangan yang seharusnya melindungi. Mereka hidup di dunia yang sama, bersekolah di tempat yang sama, bahkan memiliki wajah yang hampir serupa. Namun tidak pernah tahu bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka berasal dari luka yang sama. Ini adalah kisah tentang keluarga yang retak, mimpi yang dipatahkan, dan dua saudara yang berjalan berdampingan tanpa pernah benar-benar bertemu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines