Mereka gak pernah benar-benar punya label, tapi semua orang tahu: mereka saling jatuh, hanya saja belum berani mengaku. Gavin mencintai Tasha dengan cara yang tenang, seperti rumah yang selalu menunggu lampu dinyalakan. Tasha mencintai Gavin dalam diam, karena di balik semua senyum dan keberanian, ada ketakutan kecil: bahwa ia terlalu sedikit untuk cinta sebesar itu. Dan di antara jarak, waktu, serta ragu yang tumbuh diam-diam, mereka belajar. Bahwa kadang rumah bukan tempat, tapi seseorang yang membuatmu berhenti mencari.
More details