Fragmen memori buatan

Fragmen memori buatan

  • WpView
    Reads 172
  • WpVote
    Votes 78
  • WpPart
    Parts 60
WpMetadataReadComplete Tue, Apr 28, 2026
Berlatar di kota Praha yang kelabu dan melankolis, cerita ini mengikuti perjalanan Aria Valeska, seorang pemugar seni berbakat yang menyimpan misi rahasia untuk membersihkan nama baik ayahnya. Aria mendatangi Castelul de Umbra (Kastil Bayangan) atas undangan seorang pria misterius dan berkuasa bernama Julian Vane. ​Di sana, Aria tidak hanya dihadapkan pada tugas restorasi sebuah lukisan "berdosa" yang disembunyikan dari dunia, tetapi juga terjebak dalam permainan dominasi dan obsesi Julian. Hubungan keduanya dimulai dengan ketegangan instan yang mematikan, di mana Aria harus memilih antara profesionalisme, misi rahasianya, atau tunduk pada pesona gelap sang tuan tanah.
(CC) Attrib. NonComm. ShareAlike
#24
authorgaje
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shaenette: Skenario Kedua
  •   My Switched Daughter END
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • GALEN PRADIPTA
  •  Prinsip Lord Stephen
  • 𝐎𝐍𝐄 𝐒𝐇𝐎O𝐓🔞 •VKOOK
  • Menantang Takdir (Sudah Terbit Ebook)
  • The Duke'S Red String
  • Sin of The Villainess
  • New life, New problems [END]

Seorang mahasiswi pemalas bernama Shaenette terlempar masuk ke dalam novel best-seller setelah menyumpahi sang penulis. Sialnya, ia terjebak menjadi mantan istri berwatak jahat yang ditakdirkan mati tragis di tangan selingkuhannya dan menjadi sumber trauma sang tokoh utama pria, Juragan Abimanyu. Bertekad menyelamatkan nyawanya, Shaenette memutuskan untuk membelokkan alur cerita. Ia memilih tidak akan berselingkuh, menolak mencuri aset, dan hanya ingin hidup tenang untuk malas-malasan di Desa Amartapura. Mampukah gadis kota yang periang dan manja ini bertahan hidup di lingkungan desa yang asing dan dingin?

More details
WpActionLinkContent Guidelines