HEAVEN'S ANGER

HEAVEN'S ANGER

  • WpView
    Reads 187
  • WpVote
    Votes 100
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 2, 2026
Di dunia yang tak lagi seimbang, ketika luka manusia semakin dalam dan keadilan sering terabaikan, hadir sosok Aurelia, penjaga keseimbangan antara langit dan bumi. Ia bukan sekadar pengamat, melainkan penentu konsekuensi bagi setiap tindakan manusia. Dengan kekuatan yang melampaui nalar, Aurelia turun langsung untuk memperlihatkan bahwa setiap perbuatan memiliki harga yang harus dibayar. Bersama para pengikutnya, Hana, Karin, Juan, dan Arkan. Aurelia menelusuri sisi tergelap kehidupan manusia. Dari ketidakadilan, kekerasan, hingga luka yang tak terlihat, semua menjadi bagian dari perjalanan yang membuka mata. Namun di balik ketegasannya, tersimpan sisi lain dari Aurelia, seorang sosok yang memahami rasa sakit, kehilangan, dan arti sebuah keadilan yang sesungguhnya. Di dunia ini, tidak ada yang benar-benar tersembunyi. Setiap luka akan kembali, setiap perbuatan akan menemukan jalannya. Dan ketika batas itu dilampaui, Aurelia akan datang, bukan hanya untuk menghukum, tetapi untuk mengingatkan bahwa keseimbangan selalu menuntut harga.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •   My Switched Daughter END
  • 𝐎𝐍𝐄 𝐒𝐇𝐎O𝐓🔞 •VKOOK
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • The Duke'S Red String
  • A Family of Villains
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • New life, New problems [END]
  • GALEN PRADIPTA
  • Sin of The Villainess
  • Just let me live, Duke!

Elia, gadis kecil berusia tujuh tahun, sudah dipaksa mengamen oleh ibunya sejak usia empat tahun. Hidupnya hanya dipenuhi bentakan, rasa lapar, dan malam-malam tanpa pelukan. Ia tak tahu rasanya disayang-dan perlahan, ia berhenti berharap. Sampai suatu malam, Elia tertidur dalam tangis dan terbangun di dunia novel yang pernah ia lihat di lapak buku bekas. Ia berada dalam tubuh seorang anak kecil berusia empat tahun-putri kandung dari keluarga kaya, yang ditukar oleh pembantunya sejak bayi. Akibatnya, si anak kandung justru tumbuh dalam perlakuan kejam, dikucilkan, dan dijadikan pelayan di rumah sendiri, karena keluarga aslinya tidak tahu kebenarannya. Kisah dalam novel itu berawal dari kematian sang ibu saat melahirkan, tanpa pernah tahu bahwa bayinya telah ditukar. Sementara anak kandung si pembantu, yang dibesarkan sebagai anak majikan, justru hidup penuh kasih sayang dan tumbuh menjadi anak sombong yang suka merendahkan anak pelayan-yang sebenarnya adalah darah daging keluarga itu sendiri. Di sinilah Elia berperan sebagai bayi yang tertukar-yang kini menjadi "pelayan kecil" di rumah orang tua kandungnya. Jalan takdir yang tertulis dalam novel tetap berjalan: sejak usia empat tahun, Elia (dalam tubuh baru) menerima perlakuan kasar dari perempuan yang mengaku sebagai ibunya. Baginya, asalkan bisa makan, itu sudah cukup. Ia menerima takdir barunya dengan pasrah. Kasih sayang? Ia tak berani menginginkannya lagi. Ia takut, kalau berharap... akhirnya hanya akan kecewa. Namun tanpa disadari, keluguannya, kepolosannya, tingkah lucunya, dan suara cadelnya-perlahan mulai mencuri perhatian ayah kandung dan ketiga abang yang tak pernah tahu... siapa dia sebenarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines