We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Marked by the Dragon

Marked by the Dragon

  • WpView
    Reads 218,432
  • WpVote
    Votes 9,266
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 9, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Dark Fantasy
Mythical Creatures
Ancient Civilizations
Bagi Evelyn, satu kesalahan kecil sudah cukup untuk menghancurkan hidupnya yang tenang. Saat ia tak sengaja menggeser rak buku di ruang kerja dan menyentuh pintu rahasia di baliknya, sebuah suara retakan misterius terdengar. Ketakutan akan hal itu, Evelyn melarikan diri dan menghilang selama seminggu, berharap semua itu hanya halusinasi. Namun, kembali ke kantor dengan surat pengunduran diri bukan berarti masalah selesai. Saat ia melangkah masuk dengan tangan gemetar, ia menemukan Damian Adhitama sedang berdiri di depan jendela besar. Pria itu, yang biasanya hanya peduli pada angka dan kekuasaan, kini menggendong seorang bayi laki-laki mungil yang sangat tampan. Begitu mata bayi itu bertemu dengan milik Evelyn, suasana kantor yang kaku seketika mencair. Bayi itu tertawa kecil, suara tawanya yang bening memenuhi ruangan, dan tangan mungilnya menggapai-gapai ke arah Evelyn. Dengan binar mata yang begitu tulus dan penuh kasih, si kecil itu menggumamkan satu kata yang membuat jantung Evelyn seolah berhenti berdetak, "Ma... ma!" Senyum bayi itu begitu manis dan hangat, hingga Evelyn tanpa sadar mendekat dan mendekapnya. Namun, di balik kehangatan itu, tatapan Damian mengunci dirinya dengan aura yang jauh lebih gelap. *** "Argh... Damian, ini sakit sekali," rintih Evelyn dengan napas yang memburu. Damian Adhitama tidak menunjukkan belas kasihan dalam bentuk kata-kata. Ia mendekat, melepaskan kancing kemeja Evelyn satu per satu dengan ketenangan yang mengerikan. "Itu karena kau melawannya, Evelyn. Kau menahan apa yang seharusnya menjadi milik anak itu." Tangan Damian yang besar dan hangat kini merangkum kelembutan yang sedang menegang dan terasa keras itu. Evelyn tersentak, mencoba menarik diri, namun tatapan Damian mengunci pergerakannya. "Diam. Kalau kau terus melawan, ini akan semakin sakit," perintah Damian dengan suara rendah yang menggetarkan saraf.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 404 Not Found
  • MORE THAN THE DEAL
  • GHOST FACE: NEXT, ARE YOU READY? (21+) ✔️
  • The War God's Bride [21+] END
  • Secret Obsession
  • The Serpent's Obsession
  • Kak, Tolong. END!
  • Forbidden Nanny
  • Possessive Beast
  • Venomous Obsession

Arsila Leonita Damayani adalah anak yang sempurna dimata semua orang. Hidup bergelimang harta karena ayah ibunya pengusaha sukses, dan Sila juga punya otak yang cerdas. Hobi Sila adalah membaca. Ia akan membaca semua buku yang covernya menarik. Tapi tidak pernah terbayang di benak Sila bahwa ia sekejap bermimpi panjang dan masuk kedalam novel sialan dengan judul "T0X1C" itu. "T0X1C" adalah novel yang sakit menurut Sila karena protagonis wanita yang terlalu bodoh dan penurut seperti anjing. Bahkan jika disuruh telanjang di depan umum, sepertinya gadis itu akan menurut. "Kirim foto dada lo. Sekarang!" "Kalo dalam semenit lo gak kirim juga, gue sebarin video kita malam itu!" "Fuck!" Umpat Sila "Gimana caranya gue kembali ke tubuh asli gue?" gumam Sila

More details
WpActionLinkContent Guidelines