Seribu Satu [BL]

Seribu Satu [BL]

  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 3, 2026
Feri Mahesa Aruna lagi menjalani hidup seperti biasa-sampai ada satu orang yang tiba-tiba sok kenal. Namanya Nicholas. Dipanggil Niko. Sopan, tenang, dan... muncul tanpa diundang. Lagi ngopi, dia ada. Lagi makan, dia duduk sebelah. Lagi pengen sendiri, dia malah nimbrung. "Lu kenapa sih selalu muncul tiba-tiba gitu?" "Bukankah itu tugasku?" "Tugas apaan anjir..." "Menemukanmu lagi." Gak jelas. Gak lucu. Tapi entah kenapa, dia tetap muncul. Niko juga hobi ngatur hidup orang. Nyuruh makan pakai doa. Nyuruh istirahat. Nyuruh hal-hal yang... Feri gak minta. "Lu siapa sih ngatur-ngatur gue?" "Orang yang peduli." Makin hari makin aneh. Makin hari makin ngeselin. Tapi juga... makin susah diabaikan. Dan anehnya, dari semua yang gak masuk akal-yang paling konsisten justru si Niko. Dateng, duduk, ganggu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ananta Sandhyakala
  • Pelabuhan yang Tak Bernama
  • Antara Merbabu dan Kamu (BL)
  • Aksara Cinta, Mada
  • Secondary 2 (boyxboy)
  • Playful Couple
  • Asmoro Ndalu🌙
  • Cerita Secangkir Kopi
  • Prince Jason And Sean
  • Guardian Angel (boyxboy)

Di sebuah kota kecil bernama Pare, tempat orang-orang datang untuk belajar bahasa... dua orang justru belajar sesuatu yang jauh lebih rumit: perasaan yang seharusnya tidak ada. Alwan Bittara Samudera-anak pindahan dari Bogor yang hidupnya baru saja runtuh. Dulu punya segalanya, sekarang keluarganya harus mulai dari nol. Bandel, keras kepala, dan terbiasa tidak peduli pada siapa pun. Aradhana Satria Dirgantara-ketua OSIS, kapten futsal, anak kebanggaan semua orang. Hidupnya rapi, terarah, dan hampir... terlalu sempurna. Mereka tidak pernah mencari satu sama lain. Bahkan, tidak pernah tertarik, apalagi pada sesama jenis. Tapi entah kenapa- di antara tatapan yang terlalu lama, sentuhan yang terasa berbeda, dan kebersamaan yang awalnya biasa saja... Sesuatu tumbuh. Pelan. Diam-diam. Dan salah. Semakin mereka mencoba menjauh, semakin dalam mereka tenggelam. Dan di dunia yang tidak pernah memberi ruang untuk mereka, pertanyaannya bukan lagi "apa ini benar?" Tapi- "kalau ini salah... kenapa rasanya se-nyata ini?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines