THE MASK : Broken justice

THE MASK : Broken justice

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 30, 2026
Di dunia yang katanya menjunjung keadilan, kenyataannya hanya yang kuat dan kaya yang benar-benar dilindungi. Leon Varlex hanyalah seorang pemuda dari kalangan miskin. Hidupnya sederhana, bahkan terlalu sederhana untuk dunia yang kejam. Namun semua berubah ketika sebuah kesalahpahaman menjadikannya tersangka... dan dalam sekejap, ia kehilangan segalanya. Difitnah. Dihukum. Dikhianati oleh sistem yang seharusnya melindungi. Hingga hari eksekusi itu tiba. Saat peluru pertama menembus tubuh ayahnya, dunia Leon runtuh. Namun tepat sebelum segalanya berakhir... kegelapan datang menyelamatkannya. Mereka menyebut diri mereka -The Mask. Sebuah organisasi bayangan yang hidup di antara hukum dan kekacauan. Mereka bukan pahlawan. Tapi juga bukan penjahat. Mereka adalah hakim dalam dunia yang telah kehilangan keadilannya. Kini, Leon terjerumus ke dalam dunia yang penuh darah, rahasia, dan pilihan yang tak pernah mudah. Di balik topeng... semua orang menyimpan kebenaran. Dan di dunia ini, keadilan tidak diberikan- ia direbut. Apakah Leon akan menjadi penyelamat... atau justru bagian dari kegelapan itu sendiri?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [TAMAT] Help, I'm a Zombie!
  • LORENZO
  • Heyu : Second Gear
  • Side Character Syndrome
  • ISTRI SELINGAN
  • ANOTHER TRACY
  • The Last Antagonis
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • Ervan Carolline
  • SALAH OBAT

Pearl POV - Menjadi zombi bukan berarti aku kehilangan standar. Makan manusia sembarangan? Ew, jorok banget. Di tengah kiamat ini, aku tetap hidup dengan aturan, gaya, dan asosiasi zombiku sendiri. Hidupku sudah tenang, sampai pria menyebalkan dari militer itu menghalangi jalanku. Bhagna POV -​ Dia mutan anomali. Terlalu sadar dan kelewat terorganisir. Instingku menyuruhku untuk membunuhnya detik itu juga. Tapi senjataku tak pernah menyentuhnya. Dalihku, lebih aman menjaga musuh tetap berada dalam jangkauan. Padahal... mungkin saja aku hanya tidak ingin melepaskannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines