Dari Kursi Ketiga

Dari Kursi Ketiga

  • WpView
    Membaca 82
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 36
WpMetadataReadLengkap Jum, Jul 24, 2026
WpInfo
Fiksi
LGBTQIA+
Romansa
Tema Sosial
Body Positivity
Aidan Wirawan selalu duduk di kursi ketiga dari jendela. Bukan karena alasan khusus - hanya karena cahayanya masuk dari sudut yang benar. Dari sana, dia bisa melihat semuanya. Termasuk Leon Adhitya, yang datang setiap pagi tujuh menit sebelum bel dengan tas di satu bahu dan sesuatu yang menyerupai senyum tanpa alasan. Yang menulis dengan tangan kiri karena pernah dipaksa cara lain dan tidak pernah sepenuhnya pulih. Yang tidak tahu bahwa ada yang memperhatikannya - dengan cara yang tidak pernah disengaja, tapi sudah terlalu nyata untuk diabaikan. Ini bukan cerita tentang dua orang yang saling jatuh cinta. Ini cerita tentang seorang laki-laki yang belajar bahwa cinta tidak harus memiliki. Bahwa cinta tidak bisa dipaksa. Bahwa ada saatnya cinta harus melepaskan - walaupun sakit. Dan tentang seseorang yang, di tengah semua itu, akhirnya belajar mengenal dirinya sendiri. Pelan-pelan. Dengan cara yang tidak terburu-buru. Dengan cara yang sudah cukup.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#46
cintatakterbalas
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • BLOOMING [END]
  • One Track
  • Annela
  • Protagonis E'x Girlfriend
  • ALTEZZA [New Version]
  • s*x story
  • Robert nya Aurel
  • Love Hate [END]
  • Ketos Galak
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.

"For the ones who still believe in a magic part of growing up, you were made to bloom." Bagi Gea tinggal sendirian di Bandung bukanlah hal sulit, lagi pula hidupnya memang sudah berantakan sejak hari dimana peti mati sang ibunda menyatu dengan bumi. Baru ia menata kembali potongan hatinya, sebuah fakta tentang kesalahan ayahnya yang membawa jiwa tidak berdosa lain hadir ke bumi seolah kembali menariknya dalam kubangan lumpur. Ironisnya, dia menipu semua orang dengan bertingkah bahwa semua bukan apa-apa baginya ketika kenyataannya duka tidak berujung itu selalu menghantuinya. Tersenyum dan menebar kebahagiaan adalah caranya berkamuflase untuk bertahan hidup. Sayangnya, Areksa terlalu pandai dalam menilai seseorang. Bukannya berhenti dan memilih mundur kala temannya lebih dulu mengincar Gea sebagai target permainannya, Areksa terus maju memperjuangkan gadis itu. Alasannya hanya satu, Areksa terlanjur melihatnya tersenyum dan menangis dalam satu waktu bersamaan. Kata orang, dia hanya ingin menjadi sosok pahlawan bagi Gea. Tapi bagaimana jika sejak awal bukan itu tujuan Areksa? This book is for you, tentang sebuah perjalanan cinta, arti penting keluarga, dan hangatnya sebuah simpul persahabatan. started: 24 April, 2024 finished: 08 February, 2025 copyright©: flourvelvet

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan