Dibalik 18 Tahun Sebelumnya

Dibalik 18 Tahun Sebelumnya

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 2, 2026
!!(BoBoiBoy x Female Readers)!! Cerita ini adalah perjalanan realita dan fantasi dari seorang gadis berumur 7 tahun hingga remaja. Kehidupan gadis yang baik-baik saja kini di penuhi dengan drama dan konflik seiringnya waktu, entah itu suka maupun duka. "Bila Tuhan izinkan, aku nak hidup di dimensi yang sama ngan kau. Aku akan jaga dan lindungi kau. Dan aku tak nak tengok kau menangis lagi," - BoBoiBoy. "Aku juga menginginkan hal yang serupa tetapi di dimensi-ku kau terlalu sempurna dan tidak sepantasnya hidup di dunia ku yang jahat dan hancur," - (Name). Jangan plagiat!! Dialog karakter indo-malay Semua foto berasal dari Pinterest. Cerita ini hanya karangan, jadi jangan dianggap serius. Dan maaf klo ga sesuai ekspetasi. Character by Monsta
All Rights Reserved
#13
bbb
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • The Unwritten Lady
  • Just let me live, Duke!
  • Abo Desire
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • A Family of Villains
  • adik ipar cantik
  • The Duke's Red String
  • Sin of The Villainess

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines