Arunika Yang Tertunda

Arunika Yang Tertunda

  • WpView
    Reads 334
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 14, 2026
WpInfo
Fiction
Culture and Identity
South Asian
Bagi seorang balita berusia tiga tahun, dunia seharusnya penuh dengan aroma dekapan hangat orang tua. Namun bagi Sean, tiga tahun adalah waktu yang ia habiskan untuk tumbuh di antara dinding panti asuhan. Sejak malam dingin saat seorang pengurus panti menemukannya telantar di depan gerbang, Sean belajar satu hal: menunggu. ​Selama ia tumbuh, Sean tak pernah bertanya di mana orang tuanya. Ia hanya diam, menatap iri pada sosok-sosok yang selalu menggandeng anak-anak lain di taman kota. Di dalam hati kecilnya, ia hanya memupuk satu harapan sederhana-bahwa suatu hari nanti, ia pun akan mendapatkan kehangatan yang sama. ​Hingga sore itu tiba. Sebuah tabrakan kecil yang tak sengaja di tengah taman mempertemukannya dengan seorang pria dewasa. Saat tatapan tajam yang menyimpan luka itu bertemu dengan binar polos milik Sean, semesta seolah berhenti berputar. ​Satu pertemuan singkat, yang tanpa mereka sadari, akan mengubah garis hidup mereka selamanya. Karena fajar yang hilang itu, akhirnya menemukan jalan untuk kembali terbit.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Langit Berbeda
  • ATMA FATAMORGANA
  • MOTHER
  • Unexpectedly Yours
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • My Step Mom? [END] ✔️
  • Stealing My Husband
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • GAREL ; POSESIF BROTHER

Dua anak kembar yang terpaksa terpisah sejak tangis mereka pertama kali terdengar di bumi-sang ibu membawa Saka, sang ayah membawa Kael. Satu tumbuh dalam kehangatan dan prestasi, dikelilingi senyum dan harapan. Satu lagi belajar bertahan di rumah yang keras, memeluk mimpi di dalam air, lalu kehilangannya oleh tangan yang seharusnya melindungi. Mereka hidup di dunia yang sama, bersekolah di tempat yang sama, bahkan memiliki wajah yang hampir serupa. Namun tidak pernah tahu bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka berasal dari luka yang sama. Ini adalah kisah tentang keluarga yang retak, mimpi yang dipatahkan, dan dua saudara yang berjalan berdampingan tanpa pernah benar-benar bertemu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines