Jarendra (Jaemin) adalah definisi kesempurnaan yang rapuh. Sebagai mahasiswa populer, ia dikenal karena senyumnya yang tidak pernah luntur dan kebaikannya yang menghangatkan siapa saja. Namun, di balik itu, Jarendra adalah seorang pria yang sedang menghitung mundur kewarasannya. Baginya, dunia adalah panggung sandiwara di mana ia dipaksa menjadi pemeran utama yang selalu bahagia, meski pikirannya sendiri adalah medan perang yang ingin segera ia hentikan.
Di sisi lain, Mina hidup dalam kesunyian koridor rumah sakit. Dengan kelainan jantung yang membuatnya harus berhati-hati dalam setiap helaan napas, Mina adalah gadis yang dipaksa bertahan hidup meski tubuhnya perlahan menyerah. Baginya, setiap detak jantung adalah beban, dan setiap hari esok adalah sebuah ketidakpastian yang menakutkan.
Dua jiwa yang rusak dipertemukan oleh bau disinfektan dan dinginnya bangku rumah sakit. Jarendra datang untuk mencari cara menghentikan pikirannya, sementara Mina datang untuk mencari cara agar jantungnya tidak berhenti.
Dalam pertemuan-pertemuan rahasia di balkon rumah sakit, mereka membuat janji tanpa suara. Jarendra meminjamkan "senyumnya" agar Mina punya alasan untuk tetap berdetak, dan Mina meminjamkan "ketenangannya" agar Jarendra bisa beristirahat dari topengnya.
Namun, takdir memainkan lelucon paling kejam. Saat jantung Mina mulai menemukan irama baru untuk bertahan, Jarendra justru kehilangan alasan terakhirnya untuk tetap terjaga.
Ini adalah kisah tentang seorang pria yang menyemangati orang lain untuk hidup, sementara ia sendiri berjalan perlahan menuju kematian. Tentang sebuah detak jantung yang berhasil diselamatkan, namun harus berdenyut dalam kehampaan karena sang penyelamat memilih untuk pulang lebih dulu.
All Rights Reserved