PONDASI VS REAKSI

PONDASI VS REAKSI

  • WpView
    Reads 194
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 2, 2026
Raka percaya satu hal: semua hal dalam hidup harus terukur, terencana, dan berdiri di atas pondasi yang kuat. Sebagai mahasiswa teknik sipil, ia terbiasa membangun dengan presisi-tanpa ruang untuk kesalahan, tanpa tempat untuk emosi. Sebaliknya, Nayla adalah reaksi yang tak bisa diprediksi. Mahasiswi teknik kimia yang hidup dengan spontanitas, penuh energi, namun sering ceroboh. Baginya, hidup adalah eksperimen-kadang meledak, kadang berhasil dengan cara tak terduga. Ketika mereka dipaksa bekerja sama dalam proyek pembangunan sistem pengolahan limbah industri, dua dunia yang bertolak belakang itu bertabrakan. Raka dengan disiplin dinginnya, Nayla dengan kekacauan hangatnya. Setiap keputusan berubah menjadi perdebatan, setiap langkah menjadi ujian ego. Namun proyek ini bukan sekadar tentang menyelesaikan tugas. Ada sesuatu dari masa lalu Raka yang diam-diam terhubung dengan Nayla-sesuatu yang belum pernah ia bangun ulang sejak runtuh dulu. Di antara tekanan profesional, konflik yang tak kunjung reda, dan perasaan yang perlahan bereaksi di luar kendali, mereka harus memilih: tetap berpegang pada prinsip masing-masing... atau belajar bahwa bahkan pondasi terkuat pun kadang butuh reaksi untuk bisa bertahan.
All Rights Reserved
#77
engineer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • De Jure, De Facto
  • Dunia Baru
  • [BL]  Kelahiran Kembali di Tengah Kiamat
  • TOPING BUMI
  • NATHANIEL
  • Satu Pelukan || NCT 127
  • Apokaliptik: Buka Hotel dan Raih Kemenangan Tanpa Harus Bersusah Payah
  • Change The Plot (Niel)
  • DANZEL
  • SIAPA? ( yushi x riku )

Sebagai Presiden Mahasiswa UPH dan pewaris Vajra Nexus, Shankara Pradipta Wajrayendra terbiasa mengendalikan segalanya. Di sisi lain, Lavanya Neraida Widyaningrat, Ketua HIMA Hukum UPH yang kritis, tidak pernah takut mendebat otoritas Shankara demi keadilan. Dua kutub dominan yang kerap bersitegang di ruang rapat ini tiba-tiba dihadapkan pada satu realitas mutlak: aliansi bisnis dan reputasi keluarga menyatukan mereka dalam satu ikatan perjodohan yang tidak bisa digugat. Secara hukum mereka terikat perjodohan, tapi secara fakta apakah mereka saling terikat? Di antara ego yang tinggi, benturan prinsip, dan tuntutan keluarga, Shankara dan Lavanya harus memilih: menjadikan pernikahan ini sebagai kesepakatan hitam di atas kertas, atau membiarkan rasa kalah oleh logika masing-masing.

More details
WpActionLinkContent Guidelines