Over the Moan

Over the Moan

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 15, 2026
[ON GOING] [FOLLOW SEBELUM BACA UNTUK DAPAT NOTIF] "Lo gila?" Frederick mendesis pelan, menahan emosi dalam tenggorokan sambil menyentuh pipi yang mungkin akan lebam. "Elo yang gila!" balas Iori yang justru menggunakan oktaf tinggi. "Lo pikir gak sakit?! Ini letak otak gue. Lo emang mau banget gue di bawah lo ya, Frederick Moan?" Iori melanjutkan penuh ketajaman, seakan dalam setiap kata cewek itu terdapat belati. - Mereka akan terus seperti itu, hingga keadaan memaksa untuk berada di posisi berbalik. Mungkin akan berhenti, saat mereka menyadari bahwa kecerdasan adalah alat, bukan sekadar pajangan. Lunaire Iori : Akan berhenti menganggap ini sebagai kompetisi rutin. Frederick Moan : Akan berhenti menganggap ini sebagai kebetulan atas dendam pribadi. - Enemies -> Lovers Cerita ini mengandung perkataan kasar, kissing, dan juga yang berkaitan dengan 18+. Jadi bijaklah dalam membaca. Selamat membaca! -- Cover by : Me Started : 1 Mei 2026 End : Dimohon untuk Don't Judge By Cover. ⛔️ Last one, dimohon untuk Don't Copyright as Plagiat.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Silent Traces by the Sea
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Dateline [END]
  • Be My Wife
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • MINE, NO ONE ELSE (ON GOING)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)

Di antara kerasnya dunia militer dan lembutnya kehidupan rumah tangga, Saras dan Agam belajar memahami arti pulang yang sesungguhnya. Lituhayu Saraswati Rahardjo, perempuan Jogja yang halus dan mudah tersentuh, harus hidup berdampingan dengan Agam Ferdinand Al-Ghazi Nasution, prajurit Angkatan Laut berdarah Batak yang tegas, keras, dan terbiasa dengan disiplin tanpa kompromi. Perbedaan cara bicara, budaya, hingga cara mencintai membuat mereka sering salah paham, namun perlahan justru saling menemukan ruang untuk bertumbuh. Saat kebahagiaan baru saja hadir lewat kehamilan Saras, tugas negara kembali memanggil Agam jauh dari rumah. Di tengah jarak, rindu, dan ketidakpastian, keduanya dipaksa belajar bahwa cinta tidak selalu hadir dalam kata-kata lembut, tetapi juga dalam kesetiaan yang tetap bertahan meski dipisahkan oleh laut, waktu, dan tugas. 21+ Copyright ©signorinarose 2025 Adult Romance by Signorina Rose

More details
WpActionLinkContent Guidelines