Psychessia: Crimson Eyes
Putra Mahkota Astrael de Cavendish tidak pernah gagal mendapatkan apa pun yang ia inginkan.
Hingga ia bertemu dengan seorang gadis bermata merah bernama Psychessia de Elldens.
Gadis itu cantik. Tenang. Berbahaya.
Sejak pertama kali melihatnya, Astrael menjadi terobsesi. Ia mengejar Psyche tanpa henti, ingin menjadikannya miliknya sepenuhnya.
Namun Psyche bukan gadis yang bisa dikendalikan.
Sebagai putri bungsu keluarga Elldens, keluarga bangsawan paling kejam di kerajaan, Psyche terbiasa hidup di antara darah, perang, dan kematian.
Dan hal yang paling ia benci adalah diperlakukan seperti sebuah benda.
Semakin Astrael memaksanya untuk tetap berada di sisinya, semakin Psyche menjauh dengan senyum dingin di wajahnya.
Tetapi obsesi seorang putra mahkota bukanlah sesuatu yang mudah dihentikan.
Karena bagi Astrael, jika ia tidak bisa memiliki Psyche, maka tidak seorang pun boleh memilikinya.
Namun keadaan mulai berubah saat seorang pria lain memasuki kehidupan Psyche.
Frederick de Elfrist, pewaris keluarga Duke Elfrist yang terkenal licik dan berbahaya.
Berbeda dari Astrael yang membakar segalanya dengan obsesinya, Frederick mendekati Psyche perlahan seperti racun dingin yang menenangkan.
Tenang. Elegan. Manipulatif.
Tetapi justru pria itu yang mulai membuat Psyche membuka dirinya sedikit demi sedikit.
Dan untuk pertama kalinya, Astrael mulai menyadari bahwa ada kemungkinan Psyche benar-benar akan memilih orang lain.
Di antara obsesi, permainan politik, keluarga bangsawan yang menyimpan terlalu banyak rahasia, dan cinta yang perlahan berubah menjadi kegilaan, siapa yang akhirnya akan dipilih oleh Mawar Elldens?
"Manusia bukan barang, Yang Mulia."
"Kalau begitu berhentilah membuatku ingin memilikimu."