Abbiamo aggiornato le nostre Linee Guida sul Contenuto.
Consulta le linee guida più recenti per continuare a condividere storie in sicurezza.
Pralaya, 1740

Pralaya, 1740

  • WpView
    LETTURE 21
  • WpVote
    Voti 7
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mar, lug 7, 2026
WpInfo
Narrativa
Narrativa storica
XVII secolo
Storia alternativa
Regency
Apa jadinya jika pemuda gagah dari negara penjajah menyukai pemikiran lugas dari seorang gadis pribumi yang bahkan tidak memiliki hak untuk menempa pendidikan? "Apakah Nona begitu membenci kami?" -Matthias Verhoeven "Tuan tanyakan pada diri tuan sendiri, apakah kami terlalu rendah dan pantas dicaci maki?" -Dyah Larasati Kala itu, di bawah senapan besi bergengsi milik Vereenigde Oostindische Compagnie, tertunduk seorang gadis dengan tatapan bengis. Tanpa takut mengeluarkan pikirannya mengenai kebejatan moral bangsa barat. Sebab mereka menjajah negaranya, menghunuskan sebilah pedang bermata dua, mengusik damai, dan mengarahkan senjata bom api. Sejuknya embun fajar terasa seperti percikan air mendidih. Hangatnya mentari pagi seakan menyuruh pribumi untuk tunduk di bawah kaki pejabat tinggi. Teriknya tengah hari tak mampu mengantar pulang kembali. Lalu, pada saat langit berwarna jingga, itulah saat neraka perlahan memancarkan kuasanya. Tak lupa, dingin gelap malam yang selalu membuat pribumi tak berani terlelap. •||• ❗Disclaimer ❗ Banyak adegan yang merupakan imajinasi penulis. Alur dan plot cerita bukan merupakan sejarah asli, jadi mohon kebesaran hati pembaca untuk memaklumi apabila kurang relevan dengan kejadian nyata. Novel ini ditulis tanpa tujuan untuk provokasi atau melimpahkan kesalahan kepada yang bersangkutan. Karena pada dasarnya sejarah sulit mendapat kebenarannya. Fiksi Sejarah 99% fiksi 1% sejarah
Tutti i diritti riservati
#1
kompeni
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Himbar Buana
  • Tanah Airku [SUMPAH PEMUDA]
  • Forgotten x Suho [COMPLETED]
  • Auschwitz In Memory [END]
  • Membumi Kencana [TERBIT]
  • Agar Kamu Tahu Aku Belum Mati [✓]
  • The Moon and The Sun [COMPLETED]
  • NARESWARI
  • Berlin, 1980
  • volunteer

Sejak mengunjungi rumah neneknya, Ratna menyadari ada yang berbeda dengan dirinya. Kepekaan yang dulu dia anggap perasaan aneh kini berubah menjadi sesuatu yang nyata. Di tempat itu, dia kerap dihantui sosok putri berkebaya kuno. Sosok tersebut hadir dalam diam, dengan tatapan menuntut Ratna mendengar kisah yang tak pernah selesai. Hari ini, bisikan itu terdengar jelas-bukan lagi sekadar gema, melainkan ancaman. "Meskipun tidak ada yang menginginkanku pulang," lirih Ratna, "tapi... tidak dengan cara seperti ini." Dia tidak boleh mati. Dan dia tidak akan mati. ❗ Please be wise, just fiction ❗

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti