Bound by Fate S3

Bound by Fate S3

  • WpView
    Reads 1,374
  • WpVote
    Votes 133
  • WpPart
    Parts 44
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 17 hours ago
Setelah pernikahan yang sempurna, kehidupan Kayla dan Teddy berubah menjadi kisah tentang mempertahankan, bukan lagi mengejar. Di tengah kebahagiaan rumah tangga dan kehadiran dua anak, karier Teddy sebagai Komandan membawa mereka semakin dekat pada dunia penuh risiko-konflik, politik, dan rahasia negara. Fitnah mulai muncul. Nama Teddy terseret dalam tuduhan yang tidak pernah ia lakukan. Perlahan, kepercayaan diuji. Jarak tercipta. Dan keputusan terberat harus diambil. Teddy pergi ke Papua. Kayla bertahan di Jakarta-sendirian, dengan anak-anak, bahkan saat mengandung anak ketiga. Tanpa perceraian. Tanpa perpisahan resmi. Hanya dua orang yang masih saling mencintai... namun dipisahkan oleh keadaan. Akankah mereka kembali? Atau cinta mereka akan berhenti di sini?
All Rights Reserved
#3
istana
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Simbiosis Mutualisme
  • Bound by Fate S2
  • #ReaDy for Love | Season 2
  • Shey On Duty
  • His Secretary , Her Secretary
  • Hampir Jadi Rumah
  • SAMA RASA SAMA SAMA
  • Kendra
  • Fell In Love With The Army
  • Begin Again: Ohana

Mereka bertolak belakang dalam segala hal. Tapi dunia memaksa mereka untuk berdampingan. Mereka tidak akur. Mereka tidak pernah sepakat. Tapi takdir rumah sakit menempatkan mereka di jalur yang sama, jaga malam yang sama, pasien yang sama, tekanan yang sama. Dari perdebatan-perdebatan kecil yang awalnya hanya soal perbedaan pendekatan, berkembanglah sesuatu yang tak bisa mereka hindari: kehadiran yang perlahan menjadi candu. Pertengkaran berubah menjadi percakapan. Ketegangan berubah menjadi ketertarikan. Dan kebencian... mulai kehilangan bentuknya. Namun ketika masa depan, luka masa lalu, dan ego masing-masing mulai mengaburkan arah, keduanya harus menjawab satu pertanyaan: Mampukah dua orang yang begitu berbeda berjalan bersama, bukan untuk saling mengalahkan tapi untuk saling menghidupi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines