Tempat Pulang
Bagi Jun, dunia nyata adalah ruangan penuh cermin yang selalu menghakiminya. Ia memilih bersembunyi di balik layar monitor, hingga ia bertemu Kazu di sebuah pelataran gim virtual.
Kazu adalah suara yang mengisi malam-malam kosongnya, lentera yang menemani Jun menavigasi rute-rute parkour digital yang mereka bangun bersama. Untuk pertama kalinya, Jun merasa memiliki tujuan. Namun, ketika kenyataan merenggut Kazu lewat sebuah perjodohan paksa, dunia Jun tidak hanya runtuh-ia hancur tanpa sisa.
Dalam keputusasaan yang perlahan menggerogoti kewarasannya, Jun mempertaruhkan segalanya. Ia memulai perjalanan panjang ke sebuah kota asing demi merebut kembali satu-satunya "tempat pulang" yang ia kenal.
Namun, seberapa jauh seseorang bisa tersesat demi sebuah harapan, sebelum ia menyadari bahwa jalan pulang yang ia bangun... mungkin tidak pernah benar-benar ada?
"Cahaya yang singgah sementara di kegelapan abadi."
⚠️ TRIGGER WARNING ⚠️
Cerita ini mengandung tema psikologis berat: depresi, isolasi ekstrem, melukai diri sendiri (self-harm), skizofrenia, dan kematian. Kebijaksanaan pembaca sangat disarankan.