We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Suara Yang Tak Terdengar (CERPEN)

Suara Yang Tak Terdengar (CERPEN)

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 1, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Ameera Fahma An-Nadin pernah memiliki mimpi sederhana-menyelesaikan hafalan Al-Qur'an, kembali mondok, dan melanjutkan pendidikan seperti remaja lain seusianya. Namun, keadaan memaksanya berhenti di tengah jalan. Sebagai anak pertama dari enam bersaudara, Ameera memilih diam saat mimpinya perlahan runtuh. Ia tak lagi melanjutkan sekolah, tak lagi kembali ke pondok pesantren, dan harus menerima kenyataan bahwa dirinya akan dijodohkan demi masa depan keluarga. Di tengah luka yang tak pernah benar-benar ia suarakan, hanya Lunara-adik yang selalu berjalan bersamanya-yang memahami betapa hancurnya hati Ameera. Tentang mimpi yang dipatahkan keadaan. Tentang perempuan yang belajar kuat meski perlahan kehilangan dirinya sendiri. Dan tentang suara-suara yang tak pernah benar-benar terdengar. "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." QS. Al-Baqarah (2):286
All Rights Reserved
#171
persaudaraan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • Change The Plot (Niel) ✓
  • Mission
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • BACKSTREET
  • Drama di Pintu Kosan
  • REGAN's Crazy Wife (END)
  • Chana's Transmigrasi

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines