Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
SNACK & SILENCE

SNACK & SILENCE

  • WpView
    Membaca 1,812
  • WpVote
    Vote 255
  • WpPart
    Bab 73
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Agt 11, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
Komedi Romantis
Kehidupan Sehari-hari
Slow Burn
Cerita kedua dari Snack & Boss Hidup Adrian Sibule mata biru 'yang kata bocil SMP pake softlens' sebenernya datar datar aja. Ke kampus, ngerjain tugas, pulang. Udah. Paling ribut dikit kalo diganggu gengnya Raka dkk, itu juga maksa. Masalah mulai muncul pas project kampus ngelibatin mentor. Namanya Evan. Orangnya kalem, rapi, bikin orang kepikiran padahal nggak ngapa-ngapain. Awalnya Adrian cuma penasaran. Lama-lama kok jadi mikir. Terus sadar... lah, kok jadi suka. Sayangnya, dia mundur sebelum mulai. karna fakta kalo Evan udah berkeluarga. Dan Adrian bukan tipe yang ngerusak hidup orang. Dia bukan villain, dia tau batas. Titik. Udah damai, eh hidup malah iseng. Ada aja kejadian yang bikin jarak nyempil dikit-dikit. Bukan buat nekat, cuma ngetes, sekuat apa orang bisa tetep diem. Ini cerita masih bertema Snack, cuma ada pedes pedesnya dikit . Snack & Silence , cerita tentang perasaan yang nggak ribut, tentang orang baik yang kepikiran, dan tentang kadang...diem itu justru pilihan paling berisik.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • TAMARA
  • After Meet
  • Semesta Tanpa Suara
  • Bites Of Love [END]
  • Opposites Attract in 303 ⚙️🩺
  • sweet revenge
  • Coming back to you (END)
  • UNIFORM
  • His Perfect Enemy (SPIN-OFF)
  • [BL] Sepotong Hati di Rumah Kanaka
TAMARA

Namanya Tamara, tapi jangan sangka dia seorang perempuan cantik, dia adalah sosok berjakun dengan dada rata. Orang-orang suka mengejeknya karena nama itu, terlalu feminim dan tidak cocok untuk lelaki yang punya belalai sepertinya. Seiring dia beranjak remaja, dia berharap orang-orang mau memanggilnya dengan nama Tama, nama yang lebih macho dan tidak ada unsur girly sama sekali. Tapi apa mau dikata, beberapa dari teman-temannya masih memanggilnya dengan nama Tamara, ada juga yang memanggilnya Mara kependekan dari Tamara, ia pun hanya bisa pasrah dan menerima dengan lapang dada.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan