STALGIT : Menenun Luka Kuno

STALGIT : Menenun Luka Kuno

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 2, 2026
WpInfo
Fiction
Horror
Psychological
Creatures and Legends
Fantasy
Desa Etarshi tidak tampak seperti di peta. Bangunan-bangunannya terlihat lelah, dengan atap-atap yang terkulai seperti kain jemuran yang terlupakan. Segala sesuatunya berwarna kelabu, kontras sekali dengan kain kuning terang yang tersimpan di kopernya. "Di desa kami ini, Mbak Sinna, kalau malam harus segera masuk ke dalam rumah, untuk menjaga "senjata" masing-masing, jangan sampai di ambil oleh Si Terburai," ujar Pak Deltha seraya memasukkan benang ke dalam jarum. "Si Terburai? Apa itu, Pak?" tanya Sinna kebingungan. "Mereka adalah orang-orang yang tidak kuat jiwa nya dalam menenun atau menjahit takdir. Entah benang nya yang putus atau kain nya yang robek atau mungkin jarum nya yang patah. Disini setiap senja tiba, orang-orang akan masuk ke rumah untuk menjaga "senjata" mereka. Karena Si Terburai selalu datang di malam hari, badan mereka tidak bisa melihat cahaya matahari karena takdir mereka yang gelap." "Lalu apa yang terjadi kalau senjata mereka di ambil oleh Si Terburai, Pak?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CENAYANG (XingQiu)
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 1
  • TAKDIR DIO HANIM {BL-MPREG}
  • Hah!Dukun?
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • TUMBAL PESANTREN
  • Sukma Lara [END]
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 2

Di bawah gemerlap gedung pencakar langit Shanghai, hantu-hantu modern tidak lagi bersembunyi di sumur tua, mereka bersembunyi di dalam lift, kabel fiber optik, hingga di balik jam tangan mewah. Qiu Dingjie hanya ingin hidup tenang sebagai penjaga toko barang antik milik Li Peien yang eksentrik. Namun, tubuhnya adalah "magnet" bagi roh-sebuah wadah murni yang membuat para hantu rela mengantre demi bisa curhat atau sekadar menumpang lewat. Hidup Dingjie yang berantakan menjadi makin kacau saat Eliot Huang, CEO arogan dengan aura panas yang mampu membakar hantu, datang membawa sebuah kutukan keluarga yang mematikan. Eliot butuh Dingjie untuk bicara dengan leluhurnya, dan Dingjie butuh aura Eliot agar hantu-hantu berhenti menjadikannya bantal guling. Satu kontrak kerja sama terjalin: Eliot menjadi "pelindung fisik" Dingjie, dan Dingjie menjadi "mata" bagi Eliot. Namun, saat rahasia masa kecil yang terkubur mulai terungkap bersama bantuan detektif Jiang Ocean, mereka menyadari bahwa hantu paling menyeramkan bukanlah mereka yang sudah mati, melainkan rahasia yang masih hidup. "Berhenti menyentuhku, Tuan Huang! Aku hanya butuh energimu, bukan lamaranmu!" "Diamlah, Dingjie. Roh di belakangmu bilang kau suka kalau aku menggenggam tanganmu seperti ini."

More details
WpActionLinkContent Guidelines