CHIAROSCURO ( END✅ )

CHIAROSCURO ( END✅ )

  • WpView
    Reads 15,535
  • WpVote
    Votes 3,195
  • WpPart
    Parts 78
WpMetadataReadMatureComplete Sun, May 24, 2026
"they hate each other." "no, they don't. not really."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Director's Final Cut (END) ✅
  • My Husband's Brother (END) ✅
  • When We Meet
  • The 7th Floor
  • AKU bukan DIA [Jensoo]
  • MY JENSOO
  • EXILE (END ✅)
  • Sincere Love
  • Wedding Shadow
  • Jensoo Family (Deadline S2)
  • Jensoo [oneshoot]
  • The Pantheon Pact ( END ✅ )
  • TEMARAM
  • The Royal Error's
  • Love In Disguise |Jensoo|
  • Deadline
  • Sour Candy
  •  HE AND MY CHILD ✔️
  • 𝕋ℍ𝔼 𝕀𝔻𝕆𝕃 [𝕁𝔼ℕ𝕊𝕆𝕆]
  • Notice Me, Just Once ( ᴊᴇɴsᴏᴏ ) ✅

Delapan tahun. Orang bilang itu angka keramat dalam pernikahan, tapi bagiku, delapan tahun hanyalah bukti bahwa aku berhasil memenangkan "perang" memperebutkan Kim Jisoo dari industri perfilman dunia. Aku adalah Jennie Kim, CEO Hotel JK. Di bawah kepemimpinanku, hotel ini menjadi puncak kemewahan. Aku dingin, efisien, dan tidak menerima kegagalan. Namun, begitu aku melangkah masuk ke penthouse kami, gelar CEO-ku menguap. Aku hanyalah seorang istri yang sangat haus perhatian dari suamiku-iya, suamiku, Jisoo. Dulu, Jisoo adalah sutradara jenius kesayangan dunia. Namanya ada di setiap poster film box office. Tapi itu dulu, sebelum aku "memaksanya" pensiun dini tepat setelah kami mengucapkan janji suci. Panggil aku cegil atau posesif, aku tidak peduli. Aku hanya tidak suka berbagi senyumannya dengan aktor-aktor di lokasi syuting. Sekarang, mahakarya terbaiknya bukan lagi film pemenang Oscar, melainkan tiga replika dirinya yang kini berusia delapan tahun: Jace, Jiro dan Javi. Pagi ini, seperti biasa, rumah seperti zona perang. Ketiga anak kembar kami-yang mewarisi wajah tampan Jisoo tapi sifat nakalku-sedang mencoba memasak sarapan yang berujung pada dapur yang nyaris terbakar. Dan di sana, di tengah kekacauan itu, Kim Jisoo berdiri dengan celemek merah mudanya, tertawa lepas sambil menggendong Javi di pundak. Dia terlihat sangat bahagia, dan itu membuatku kesal sekaligus jatuh cinta setengah mati. Terkadang aku merasa bersalah karena membuatnya berhenti dari karier yang ia cintai. Tapi kemudian dia menatapku, memberikan kecupan di kening sambil membisikkan betapa dia menyukai kehidupan "tenang" (baca: kacau) bersama kami. Dunia mungkin kehilangan sutradara terbaiknya, tapi aku? Aku memiliki Kim Jisoo seutuhnya. Dan aku tidak akan membiarkan satu naskah pun merusak dominasiku atas hatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines