The Third Wheel

The Third Wheel

  • WpView
    Reads 516
  • WpVote
    Votes 163
  • WpPart
    Parts 45
WpMetadataReadComplete Thu, Jun 18, 2026
Menjaga citra perusahaan di mata publik adalah tugas Bianca. Sayang, ia tidak pernah sempat menjaga miliknya sendiri. Satu video mengubah hidupnya. Satu video itu pula yang mengubah namanya. Julukan baru yang tak pernah ia pikirkan sebelumnya. Dipindahkan jauh dari pusat kehidupannya, Bianca mencoba bertahan dengan sisa kepercayaan diri yang ada. Sampai seseorang dari masa lalu yang seharusnya tidak mungkin kembali, muncul di hadapannya. Sementara itu, Rayyan dengan masalah berbeda. Ia masih di sini. Hanya saja, tak ada yang bisa melihatnya. Ketika dunia mulai mempermainkan apa yang nyata dan apa yang tidak, Bianca dan Rayyan harus menghadapi satu hal yang sama. Bahwa terkadang, kebenaran bukan yang jelas tampak di depan mata. Kebenaran seringnya terselip di antara ketiadaan yang sengaja diciptakan.
All Rights Reserved
#121
supernatural
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • NINGRUM
  • The Last Yes!
  • Almost Married (END)
  • PENGGANTI
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • The Imperfect Señorita
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • R É G A L I S
  • Double AL (COMPLETE)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines