Greesa's Greenhouse

Greesa's Greenhouse

  • WpView
    Membaca 120
  • WpVote
    Vote 17
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jun 10, 2026
Mereka bilang perempuan baik itu lembut, pemaaf, dan tidak pernah membuat orang lain merasa tidak nyaman. Tapi tidak ada yang bilang apa yang harus dilakukan ketika kebaikanmu tidak dihargai sedikitpun. Delapan perempuan. Delapan luka yang tidak pernah mereka ceritakan. Sampai suatu malam, mereka menemukan sebuah greenhouse tua - tempat yang hanya bisa dilihat oleh mereka yang pernah disebut "kasar" karena berani berkata tidak. Di sana, tidak ada yang mengajari mereka menjadi lebih baik. Yang ada hanya teh pahit, bunga-bunga aneh, dan kejujuran yang tidak perlu dibungkus gula. Mereka tidak akan berubah jadi pahlawan. Mereka hanya akan belajar satu hal: Bahwa menjadi elegan dan berbahaya pada saat bersamaan - adalah hak setiap perempuan yang lelah berpura-pura baik. Selamat datang di Greesa's Greenhouse. Yang ada disini hanya bunga cantik, beracun dan duri yang sangat layak untuk dipegang. _______________________________________________________ Cerita ini terinspirasi member H2H dalam setting Alternate Universe.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#59
yeon
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Dari Bulan Juni | Kalgukjju ✔️
  • Strawberry Flavor [Woomen, Juunmen]
  • Last Game - Woomen [COMPLETED]
  • Color. -Woomen/Cawooz
  • The Sought-After Harmony II
  • Neraka Duniawi
  • ......  (One shot)
  • Melody Between Us [Mymiz]
  • Trapped
  • Hybrid Affairs

Sansakerta Juni pernah mengira bahwa dirinya berarti kemurnian cinta yang dikukuhkan dengan hormat. Sebab Ibu bilang, ia dilahirkan dengan segenap kasih sayang di tengah-tengah musim panas bulan Juni yang mendadak mendapat air hujan. Lalu semenjak itu, Juni kira ia akan menjadi seorang anak yang bisa mengabadikan sebuah bahagia dalam seumur hidupnya. Tetapi ketika Juni beranjak dewasa, segalanya hancur secara tiba-tiba. Ia terlalu bodoh untuk sekadar mengelak bahwa hidup bukan hanya tentang senang, namun Juni juga terlalu kaget dengan sebuah masa depan. Dari situ ia paham, bahwa segala hal bisa saja berubah di luar dugaan. Juni sadar, ternyata ia lahir dari hujan badai dan petir menyambar. Bukan dari kasih sayang dan kesetiaan. Juni bagai kapal yang terombang-ambing di tengah lautan. Mimpi-mimpinya kehilangan peta. Ia tidak punya arah untuk kembali melangkah. Juni hanya membiarkan dirinya merapah tanpa tujuan. Lalu di tengah-tengah gelapnya perjalanan, dari kejauhan Juni melihat seseorang datang dengan cahaya di kedua bola matanya. Juni terkesan. Namun, apakah itu hanya sesaat? Atau takdir yang telah tertulis untuk menghapus padam di hidupnya? ©️Nay, 2026

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan