We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
FRICTION

FRICTION

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 2, 2026
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Di SMA Garuda Bangsa, kekuasaan tidak ditentukan oleh angka di atas kertas, melainkan oleh kasta yang memisahkan mereka yang berkuasa dan mereka yang tertindas. VΛNQUISH merajai aspal dengan deru mesin, sementara LΣVIΛTHΛN memegang kendali lewat harta dan koneksi. Namun, jauh di kedalaman bayangan, sebuah rumor bergerak dalam senyap: Abyss. Keseimbangan itu mulai goyah saat sebuah kekuatan luar mulai merayap masuk ke dalam sekolah. Bukan dengan fisik, melainkan dengan serangan psikologis yang menyasar titik terlemah manusia: ikatan emosional. Sebuah misi besar tengah dijalankan untuk membuktikan bahwa kesetiaan adalah variabel yang melemahkan, dan setiap hubungan di sekolah ini hanyalah target yang menunggu untuk dihancurkan. Ketika batas antara teman dan lawan mulai kabur akibat adu domba. Di tengah gesekan antara logika dingin dan amarah yang meledak, mereka harus bertahan dari invasi yang mengancam untuk meruntuhkan seluruh kota. Di medan tempur ini, satu keraguan kecil adalah awal dari kehancuran yang tak terelakkan. "Karena di dunia yang penuh gesekan, hanya mereka yang memiliki ikatan terkuatlah yang tidak akan hancur menjadi debu."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  "The Protector's Legacy: Love, Chaos, and the Choi Heirs
  • Force to Marry the Devil
  • Heir of 24 Hours
  • Transmigrasi: Dion or Daniel (Hiatus)
  • Ferrell Harland Natio
  • The Baby Of Valderic
  • Changed || Caine Chana || FANFIC || S3 ON GOING
  • Stay with you? Really?
  • Just A Name
  • Terasingkan (On Going) (Slow Update)

Jennie mendengus, lalu masuk ke dalam mobil. Saat Lisa hendak duduk di kursi depan samping supir, Jennie tiba-tiba bersuara. "Siapa bilang kau duduk di depan? Kau duduk di belakang, di sampingku. Aku ingin melihat seberapa hebat 'pahlawan' pilihan Appa ini saat aku sedang merasa bosan," perintah Jennie dengan nada meremehkan. Lisa terdiam sejenak, lalu mengangguk. "Baik, Nona."

More details
WpActionLinkContent Guidelines