Shawn Christopher dikenal sebagai ketua tim basket yang nyaris sempurna di mata semua orang rapi, sopan, berprestasi, dan selalu berada di peringkat satu. Ia adalah definisi "anak baik" yang dibanggakan sekolah. Namun, di balik citra itu, Shawn menyimpan kebiasaan yang jarang diketahui, ia sering membolos. Anehnya, nilai-nilainya tetap sempurna, seolah ketidakhadirannya tak pernah memberi dampak apa pun.
Segalanya mulai berubah pada suatu pagi ketika Shawn dan teman-temannya datang terlambat ke sekolah. Bukan sekadar terlambat biasa mereka langsung ditahan oleh ketua OSIS bersama beberapa guru yang sudah menunggu di gerbang. Untuk pertama kalinya, Shawn tidak bisa menghindar dengan senyum tenangnya atau reputasi baiknya. Namun matanya malah tertuju pada wanita cantik, ekspresi nya ketus, terlihat sudah muak dengan hal-hal seperti ini. Ia rasa ia tertarik karena sedari tadi selalu memperhatikan wanita itu berbicara.
Di momen itulah, sisi lain Shawn mulai terungkap, dan ia mulai sedikit tertarik dengan ketua osis yang ternyata adalah adik temannya.
All Rights Reserved