Two Names at Sunset

Two Names at Sunset

  • WpView
    Reads 192
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadComplete Sat, May 2, 2026
Senja cuma ingin hidup SMA yang tenang, tanpa drama. Tapi semuanya berubah sejak Kavian muncul. cowok berandalan yang selalu tiba-tiba ada di dekatnya, seolah sengaja mengganggu hidupnya. Di sisi lain ada Arsean, sahabat sejak kecil yang selalu jadi tempat pulang paling aman. Antara yang bikin kacau dan yang selalu ada, Senja mulai terseret di antara dua rasa yang nggak pernah ia rencanakan...
Public Domain
#18
bestfriendtolovers
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ORBiT
  • Love in silence
  • Safe with Me, Trapped with Me
  • Hot girl
  • The Dark Side Of The Protector
  • RINDU YANG TERSESAT
  • SECOND TASTE
  • Kembang Desa
  • run
  • Nala dan Mas Juragan
ORBiT

Laraina tidak pernah menyangka, kesempurnaan yang selama ini diagung-agungkan di Glorios International High School justru akan menyeretnya jatuh ke titik paling gelap dalam hidupnya. Di mata semua orang, ia adalah definisi sempurna-cerdas, berprestasi, dan tak tersentuh. Namun, di balik itu, ada sesuatu yang mulai retak. Entah kesalahan apa yang ia lakukan, atau mungkin ia hanya berada di waktu dan tempat yang salah-hingga akhirnya menarik perhatian Sakha Aldegama Pradipta. Bukan sekadar tertarik biasa, melainkan ketertarikan yang berbahaya-yang perlahan menyeretnya masuk ke dunia yang tak pernah ia pahami sebelumnya. Di tengah impiannya menjadi seorang psikolog, Laraina justru terjebak dalam permainan yang menghancurkan mentalnya sendiri. Batas antara benar dan salah mulai kabur, dan senyum yang dulu tulus kini hanya menjadi topeng. Karena pada akhirnya, yang paling menyakitkan bukanlah saat ia jatuh-melainkan saat ia sadar, dia sudah terperangkap dalam sebuah Orbit bersama iblis bernama Sakha Aldegama Pradipta. Sakha menatap Laraina tanpa berkedip, senyum tipisnya terasa lebih mengancam daripada amarah. "Apa lo masih mikir bisa kabur, sayang?" Laraina mundur satu langkah, napasnya tak lagi teratur. "Aku bukan milik siapa-siapa, Sakha." Sakha tertawa pelan, lalu mendekat-terlalu dekat hingga suaranya hanya terdengar oleh Laraina. "Lo salah." Bisiknya dingin. "Gak ada cara buat lo lepas dari gue..." Laraina membeku di tempatnya. "Bahkan Tuhan pun gak bisa ambil lo dari gue."

More details
WpActionLinkContent Guidelines