Definitely Not Him

Definitely Not Him

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 30, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Squad Receh Berkualitas 1# ****** Selama tujuh tahun, Shabita Arunika percaya cintanya hanya untuk satu orang-sampai hubungan itu berakhir dan menyisakan ruang kosong yang tak pernah benar-benar ia isi. Sebagai seorang psikolog, Shabita terbiasa memahami perasaan orang lain. Ironisnya, ia justru gagal memahami hatinya sendiri saat bertemu Kyle Naraja, pria 23 tahun yang terlalu muda, terlalu tengil, dan terlalu sering membuatnya tertawa di saat ia ingin menjaga jarak. Bagi Shabita, lelaki seperti Kyle hanyalah distraksi. Bukan tipe. Bukan pilihan. Dan jelas bukan seseorang yang akan ia pertimbangkan. Karena semakin lama bersama Kyle, semakin sulit bagi Shabita untuk membedakan mana tawa biasa... dan mana debar yang mulai berbahaya.
All Rights Reserved
#376
brondong
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status [END]
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines