Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
Anak Tengah yang Terlupakan

Anak Tengah yang Terlupakan

  • WpView
    LECTURAS 30,512
  • WpVote
    Votos 1,549
  • WpPart
    Partes 35
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jun 4, 2026
WpInfo
No ficción
ANAK TENGAH YANG TERLUPA (Allen Xavier) Allen Xavier tumbuh di rumah yang penuh orang, tapi tidak pernah benar-benar memiliki tempat. Ia bukan yang dipuji, bukan yang dibanggakan, dan perlahan juga bukan yang diperhatikan. "Allen itu ada di rumah?" "Biarkan saja, dia biasa sendiri." Kalimat seperti itu menjadi hal yang ia anggap normal. Ia tidak pernah diajak dalam kebahagiaan keluarga, tidak pernah ditanya saat jatuh, dan tidak pernah dicari saat hilang. Bahkan ketika ia terluka, yang ia dengar hanya, "Jangan lemah, kamu tidak separah itu." Hingga suatu hari, Allen berhenti berharap. Ia memilih hidup sendiri, bekerja, dan membangun ulang dirinya dari nol. Tapi ketika ia mulai berdiri, keluarga yang dulu mengabaikannya kembali datang-bukan untuk memeluk, tapi untuk menagih. "Sekarang kamu harus membayar semuanya." Dan untuk pertama kalinya, Allen menjawab pelan, "...aku bukan mesin." Sebuah kisah tentang anak yang tidak pernah dipilih, sampai akhirnya belajar memilih dirinya sendiri.
Todos los derechos reservados
#383
anaktengah
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • S Di Antara Dua N
  • capek miskin
  • Ezra | Kapan Usai?
  • Galen's Shadow || Park Jongseong [Revisi]
  • Bang. lihat Kara Sekali Saja. (END).
  • Lentera yang Padam di sudut Rumah
  • G A R A
  • Valiant Ezra Danendra
  • Alsean [End]
  • Just Call Him Bubu

Dunia menyambut Navaro Azael Aryan dengan tangis haru dan sorak sorai. Lima menit kemudian, Nazino Azel Arian lahir, melengkapi kebahagiaan yang sudah meluap. Namun, takdir rupanya masih menyimpan kejutan di balik tirai. Lima belas menit berlalu, saat ruang persalinan hampir tenang, kontraksi hebat kembali datang. Lahir lah si bungsu, Savero Aziel Arthan. Alih-alih sorak sorai, keheningan yang canggung justru menyelimuti ruangan. Tatapan kedua orang tua mereka bukan lagi binar bahagia, melainkan keterkejutan yang sulit diartikan. Maklum saja, selama sembilan bulan pemeriksaan USG, dokter hanya menyatakan ada dua janin. Savero kecil rupanya sangat pandai bersembunyi di balik punggung kedua kakaknya, seolah ia memang sudah terbiasa mengalah sejak dalam kandungan. Perbedaan itu dimulai sejak detik pertama mereka menghirup udara dunia. Saat ketiganya menangis bersahutan, sang ibu langsung meminta suster membawakan Nazino ke pelukannya, sementara sang ayah sibuk menenangkan Navaro yang tampak gelisah. Lalu, bagaimana dengan Savero? Ia hanya menangis di dalam boks bayi, ditenangkan oleh usapan sarung tangan karet seorang suster yang merasa iba. Sejak saat itu, garis pembatas itu nyata adanya. Perbedaan itu bukan sekadar ketidaksengajaan, melainkan menjadi identitas yang melekat. Lihat saja namanya. Kedua kakaknya kompak menggunakan inisial N, sementara ia terlempar jauh ke abjad S. Kebiasaan dibedakan selama belasan tahun membentuk mental Savero menjadi baja. Ia bukan tipe remaja yang akan mengurung diri di kamar dan menangis hanya karena tidak dibelikan baju yang sama dengan kakak-kakaknya. Justru, Savero membangun dunianya sendiri dengan prinsip Anti Mainstream. Start : 8/3/2026 End : - Sampul by Ai

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido