Non-Refundable Feelings

Non-Refundable Feelings

  • WpView
    Reads 168
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 12, 2026
Aksa tidak berniat untuk mengingat Noni. Ia hanya terjebak dalam kebijakan non-refundable-nya, lagi dan lagi. Hal tersebut membuatnya bertanya-tanya ... jika sungguh terjebak, kenapa tak bisa mengelak? -- Semua dimulai dari sebuah bola basket dan segelas jeruk kecut. Untuk pertama kalinya, Aksa bertemu tatap dengan gadis itu. Alisnya lentik dan matanya cantik. Parasnya manis. Tapi sayangnya tak sampai membuat jeruknya tak lagi kecut, sebab gadis itu kemudian cemberut. Sial, kenapa pikirannya jadi melantur begini? Gadis itu masih berdiri di hadapannya, menyodorkan tangan sambil berkata, "Ayo, bayar utang lo." Aksa mengerjap. 'Trik marketing,' pikirnya ketika pertama kali hal ini terjadi. Entah kenapa, ia membiarkannya terulang lagi. Seolah gagal mengingat bahwa ia sudah mengingat-ingat untuk tidak mengingat gadis itu. Kini ia terperangkap dalam kebijakan no return, non-refundable. "Besok, ya," katanya. Besok, Aksa tahu mereka akan mengulang skenario seperti ini. Besok, Aksa akan mengingat-ingat untuk tidak mengingat gadis itu lagi. Besok, gadis itu akan hadir, dan dengan segala upayanya yang tak pernah gagal, membuat Aksa mengingat kembali. Kursi kayu itu menjadi saksinya. Sebelum waktu menunjukkan pukul lima sore. Cerita ini tentang Aksa dan Noni, dan segala sesuatu yang terjadi di antara mereka, dimulai dari sebuah bola basket dan segelas jeruk kecut.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Himizu no Himitsu
  • Investigasi Jeng Minceun
  • MAGOIRIE: Green Wood [Published by Lovrinz]
  • Sojourn, an Interlude
  • Connection Your Internet
  • where our hearts meet
  • Tanduk Kecil di Atas Kepala Kita
  • Dancing With A Stranger
  • RSP #1: Megah Diterima
  • crescent.

Menjaga suatu rahasia tidak selalu enak, ada sukanya dan ada dukanya. Begitulah yang dialami Uchida Himizu, seorang ABG dan siswi SMA. Himizu harus menjaga rahasia perasaan dua orang teman baiknya yang saling menyukai. Himizu merasa terjebak di antara keduanya seraya berharap mereka berdua bisa jadian saja. Bagaimana jika mendekatkan mereka adalah cara Himizu untuk menjaga rahasia tersebut? Himizu ingin melakukannya tanpa membuat hubungan pertemanannya rusak. Meski ini bukan sepenuhnya cerita milik Himizu, karena rahasia yang dipegangnya, Himizu sendiri pun belajar banyak hal dan menemukan seseorang yang dapat ia perjuangkan pula!

More details
WpActionLinkContent Guidelines