Salah kirim, pesan biasa yang harusnya sampai ke kontak sang kawan, malah nyasar ke salah satu anggota klub literasi zaman menempuh studi. Satu emotikon mawar itu sukses membuat lelaki tengil sebebas Irfan merenungi kembali makna hidup. Apalagi, setelah tahu siapa penerima pesan yang langsung centang biru itu.
Satu pesan pun langsung ia terima sebagai balasan, "Pengecut yang tidak bisa bertanggung jawab atas kecerdasannya sendiri, berulah lagi."
Siapa sangka, dari sana, hidup yang tadinya sekadar mengalir dengan bumbu overthinking tiap malam ... tiba-tiba penuh filosofi akibat ulahnya sendiri. Tambah ruwet tentu saja. Meski begitu, belajar hal baru itu cukup menantang. Semenantang menghadapi perempuan si penerima emotikon mawar.
Namun, sejatinya ini bukan hanya kisah mereka berdua, melainkan tentang pencarian. Ia diajak mencari batas, mencari penerimaan, mencari kebenaran, juga ... Tuhan. Lewat indra, logika, rasa, lalu ... bertemu aksioma.
_____
Ini ringan, semoga.
All Rights Reserved