Memintal Batas

Memintal Batas

  • WpView
    Reads 118
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 8, 2026
Salah kirim, pesan biasa yang harusnya sampai ke kontak sang kawan, malah nyasar ke salah satu anggota klub literasi zaman menempuh studi. Satu emotikon mawar itu sukses membuat lelaki tengil sebebas Irfan merenungi kembali makna hidup. Apalagi, setelah tahu siapa penerima pesan yang langsung centang biru itu. Satu pesan pun langsung ia terima sebagai balasan, "Pengecut yang tidak bisa bertanggung jawab atas kecerdasannya sendiri, berulah lagi." Siapa sangka, dari sana, hidup yang tadinya sekadar mengalir dengan bumbu overthinking tiap malam ... tiba-tiba penuh filosofi akibat ulahnya sendiri. Tambah ruwet tentu saja. Meski begitu, belajar hal baru itu cukup menantang. Semenantang menghadapi perempuan si penerima emotikon mawar. Namun, sejatinya ini bukan hanya kisah mereka berdua, melainkan tentang pencarian. Ia diajak mencari batas, mencari penerimaan, mencari kebenaran, juga ... Tuhan. Lewat indra, logika, rasa, lalu ... bertemu aksioma. _____ Ini ringan, semoga.
All Rights Reserved
#317
mesir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cerita Setelah Hujan
  • Seutas Janji dan Cinta Tersembunyi.-Tamat-
  • Yang Terluka
  • Rewrite The Stars
  • A Stranger in Train
  • LAUGH for My Destiny✅
  • Mufaisha Nurpati
  • Will You Marry Me? | Sungjin Day6
  • KITA INI SIAPA ? [Day6]
  • Kasta Cinta [Completed]

Tetesan embun setelah hujan jatuh di hidung seorang wanita yang tidur bersandar pada sebuah pohon. Mata sayupnya perlahan membuka semakin lebar sesaat melihat kobaran api melahap sebuah markas. Air matanya terus berlinang saat ia hendak menerobos kobaran api. Hingga... "Raina." Suara seseorang membangunkannya dari mimpi buruknya. Wanita itu sejenak menenangkan diri dari mimpi yang mengingatkannya pada kejadian lima tahun lalu yang menewaskan papanya. Raina Sasrawijaya. Seorang mahasiswa baru jurusan Psikologi di sebuah kampus ternama di ibu kota, yakni International University. Di kampus tersebut, Raina bertemu dengan dua orang pria, yaitu seorang ketua BEM kharismatik dan seorang pria cinta pertamanya. Baru beberapa hari memulai kuliah di semester ganjil, mereka bertiga telah terlibat dalam suatu kasus pembunuhan rektor IU. Akibat kasus tersebut, Raina tidak sengaja berkenalan dengan sebuah organisasi rahasia yang dulu mendiang papanya terlibat di dalamnya. Satu per satu kepingan masa lalu yang menjadi mimpi buruk setiap malamnya mulai terkuak. Namun, menyatukan pecahan cerita yang terpendam dalam di dasar masa lalu tidak semudah yang ia kira. Apalagi ketika masa lalunya ternyata berhubungan dengan masa lalu kedua pria yang juga terlibat dalam kasus pembunuhan di awal. Hingga ketiganya harus berhadapan dengan sebuah gembong kriminal transnasional berbahaya yang dulu juga berhubungan dalam tragedi lima tahun lalu. Akankah ketiganya dapat menemukan kebenaran masa lalunya? Ataukah di antara mereka terdapat pembunuh yang tengah bersandiwara? Pertumpahan darah di meja persidangan akan menjawabnya. __________________________

More details
WpActionLinkContent Guidelines