IMAJINASI
  • WpView
    LECTURAS 8
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, may 1, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
jinaya itu suka sekali berkhayal, kalo tiba-tiba dia diem bukan berarti lagi galau, tapi lagi menghayal cerita di kepala nya tapi kalo tiba-tiba dia muter muter nggak jelas di suatu tempat bukan berarti juga dia lagi mumet, diam-diam sebenarnya dia juga lagi mengarang cerita yang nggak tau kejadian atau enggak jina sering banget berkhayal pikiran nya nggak pernah kosong selalu mikirin keajaiban yang akan terjadi karena hobi menghayal dia jadi berharap banget punya cowok sesuai kriteria dia eh tapi boro-boro punya cowok, dia aja pemalu and introvert parah, di masa remajanya aja Deket sama cowok nggak pernah tapi heyy... meskipun nggak pernah kenalan sama cowok tapi jina tuh hopeless romantic, tiap ngobrol sama cowok langsung mikirin gimana kalo seandainya dia jadi pacarnya? temen deketnya? atau bahkan... istrinya? "ah menyebalkan" kata jina kalo sadar dia emang se hopeless romantic itu
Todos los derechos reservados
#451
pengalaman
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido