Pesantren Darul Qur'an asrama nomor 7 menyimpan santri dengan karakter yang berbeda-beda, semuanya dari golongan anak bunda dan anak konglomerat.
@Aizam Musthofa
*si anak bunda super manja dan paling mageran, hoby tidur, masuk ke pondok pesantren dengan alasan. "di paksa bunda dan ayah."
@Zayn ar-rosyid
*Anak bunda juga, keras kepala, ngomong asal ceplas ceplos, suka adu fisik dan banyak pilih2, alasan masuk pesantren. "biar nggak kesepian kayak di rumah."
@Athan Mahendra
*Si anak konglomerat pecinta karya tulis seperti novel, cerpen dll.Dia anaknya penurut, ceria, nggk mageran tapi suka bolos bareng zayn dan aizam.alasannya masuk pesantren. "tertarik sama novel yang dia baca."
@Ikhfas alendra
*Anak konglomerat, sedikit cuek tapi suka usil, suka rebahan, jarang naik aula, alasan masuk pesantren. "bosen liat rumah."
@Naka zareyan
*Anak konglomerat juga hoby baca, suka langgar aturan, suka bolos tapi lebih parahnya suka merokok, alasan masuk pesantren. "biar bisa bebas dari ayahnya."
@Rayhan romadhon
*Anak bunda, mageran, suka merokok bareng Naka, sedikit cuek, suka bolos, alasan masuk pesantren."gabut!"
@Jean arzegaran
*Anak konglomerat, hanya dirinya yang masih bisa bersahabat dengan aturan pesantren, dia ingin menjadi hafidz Qur'an mutqin 30 juz, hingga satu keadaan yang membuat dirinya putus harapan, namun keinginan Jean tetap sama 30 juz sebelum mati, tapi apakah Jean bisa? di saat harapannya terputus oleh keadaan?
All Rights Reserved