We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
They Don't Know About Us || DewTee

They Don't Know About Us || DewTee

  • WpView
    Reads 13,506
  • WpVote
    Votes 1,257
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 17, 2026
WpInfo
Fanfic
"That's between me and you, our little secret. But I wanna tell 'em, I wanna tell the world that you're mine." Adaptasi dari lagu "They Don't Know About Us" oleh One Direction Bahasa: INDONESIA Status: on-going ©cybercozyxx 2026
All Rights Reserved
#96
dewtee
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • cuma temen , kok backstreet? (dewtee)
  • Hanantya || DewTee [COMPLETED]
  • PRIVILEGE (DEWTEE)
  • Ordinary and the Star | DewTee
  • My Bratty and Needy Love
  • Abang Abengs || DewTee
  • SCARRED           Midnight Grudge
  • Trapped Sunflower (DEWTEE AU) [END]
  • Risk It All || DewTee [COMPLETED]
  • Strawberries & Cigarettes|DEWTEE

Peringatan‼️ - Fiksi - mengandung unsur bl (boys love) - mengandung adegan 🔞🔞++ #dewwtee Note: Bila tidak nyaman dengan cerita seperti ini mohon jangan di baca!! [SEBELUM BACA FOLLOW DULU] Menceritakan kisah cinta antara aksara Arel Mahardika dan Rafka geovani yang backstreet Kisah mereka bermula ketika arel yang mabuk di sebuah bar tempat Rafka bekerja "Kalau mau mati muda, jangan di sini. Gue capek bersihin muntahan pengunjung." Bagi Rafka, bar adalah tempat mencari sesuap nasi, bukan tempat untuk meratapi hidup seperti yang dilakukan pria di pojok gelap itu. Melihat tangan pria itu gemetar saat mencoba menggambar di atas tisu bar, Rafka kehilangan kesabarannya. Ia meletakkan sebatang cokelat-satu-satunya pengganjal perut yang ia punya-ke atas meja yang penuh dengan gelas alkohol. "Nih, makan. Gula lebih bagus buat otak lo daripada alkohol. Sketsa lo bagus, sayang kalau tangan lo gemeteran karena kebanyakan minum." Arel mendongak dengan mata sayu. Di balik pengaruh alkohol, ia terpaku pada sosok penyanyi bar yang masih bersimbah keringat setelah tampil itu. Ia tidak butuh nasihat, tapi rasa manis cokelat itu mendadak terasa jauh lebih mewah daripada alkohol mahal mana pun. "Lo... berisik. Tapi suaranya... lumayan. Dan cokelat ini... baunya mahal." Malam itu, mereka berpisah tanpa nama. Rafka menganggap Arel hanyalah "si kaya yang depresi", sementara Arel hanya menyimpan bungkusan cokelat itu sebagai kenangan singkat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines