Zyan ( End )

Zyan ( End )

  • WpView
    Reads 1,975
  • WpVote
    Votes 124
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadComplete about 7 hours ago
"Hiks... mau papa.." Cerita ini murni karangan saya Dan sebagian foto aku dapat dari pinterest.
All Rights Reserved
#41
keluarga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Brayn Nathaniel's story (END)
  • bungsu
  • Dirgantara
  • MENDADAK BUNGSU.
  • MAKAIO
  • PERMATA YANG HILANG (HIATUS)
  • Gilang Antariksa A. [End]
  • ARKANIO ABIAN F.
  • SEMBILU ARUNIKA
  • Zie

Di sebuah rumah sederhana, hiduplah sebuah keluarga kecil yang tampak biasa dari luar: seorang ayah yang sabar, seorang ibu yang penuh kasih, seorang remaja laki-laki, dan adik laki-lakinya yang masih kecil. Namun, ada satu hal yang membuat keluarga ini berbeda dari keluarga lain. Remaja laki-laki itu, yang seharusnya sudah bersikap dewasa seperti teman-teman sebayanya, justru berperilaku seperti bayi. Ia sering bersikap manja, berbicara dengan cara yang kekanak-kanakan, dan bergantung pada orang tuanya dalam banyak hal. Bagi sebagian orang, tingkah lakunya terlihat aneh dan memalukan. Keluarga besar mereka pun tidak menyukainya. Mereka sering memandangnya dengan sinis, menganggapnya sebagai beban, dan merasa malu memiliki anggota keluarga yang tidak seperti remaja lain. Setiap pertemuan keluarga sering dipenuhi bisikan, sindiran, dan tatapan tidak suka yang ditujukan kepadanya. Namun di tengah semua itu, ayah dan ibunya tetap berdiri di sisinya. Mereka tidak pernah berhenti menyayanginya atau mencoba memahaminya. Bagi mereka, anak itu tetaplah anak yang berharga, apa pun keadaannya. Adik laki-lakinya juga menjadi satu-satunya teman yang selalu menerimanya apa adanya-bermain bersamanya, tertawa bersamanya, dan melindunginya dari ejekan orang lain. Di balik keanehan yang sering disalahpahami orang, keluarga kecil ini justru dipenuhi dengan kehangatan, kesabaran, dan kasih sayang yang kuat. Mereka belajar menghadapi penilaian orang lain, mempertahankan kebersamaan, dan membuktikan bahwa keluarga bukanlah tentang kesempurnaan, melainkan tentang siapa yang tetap tinggal dan menyayangi kita apa adanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines