Milikmu, Selamanya.

Milikmu, Selamanya.

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 4, 2026
Waktu tidak pernah benar-benar menghapus apapun, ia hanya menyimpannya di tempat yang lebih dalam. Liontin, sebuah benda "antik" yang telah melewati perbedaan kasta Majapahit, melewati fajar kemerdekaan yang mendebarkan, dan melewati malam tragis 1998 yang tidak pernah selesai berkabung. Berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya, dari satu era ke era berikutnya-tapi selalu tahu kepada siapa ia harus kembali. Seperti mereka yang selalu tahu, tapi tidak pernah bisa menjelaskan alasannya. Ketika kasta di Majapahit memisahkan apa yang tidak seharusnya dipisahkan-Cinta yang tidak pernah mau diakui oleh dunia, dan dunia yang terasa runtuh lebih cepat dari mereka yang menggenggam satu sama lain. Darius menatap liontin di leher Carolina Maeve-ia merasakan sesuatu yang lebih tua dari dirinya sendiri. Sesuatu yang terasa seperti rindu, tapi bukan untuk sesuatu yang akan datang. Untuk sesuatu yang sudah pernah ada. Namamu, selalu tersimpan di tempat yang sama-di setiap eranya.
All Rights Reserved
#864
forbiddenlove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Abo Desire
  • The Unwritten Lady
  • DEAR || ⎷
  • Love for Me (TAMAT)
  • Mission 2 (✔)
  • Memorable Moments [Terjadwal]
  • Boss (Complete) ✔
  • [✓] PLAISIR
  • Sin of The Villainess
  • CINTA TAK BERUJUNG (ZEENUNEW)

"Monster abyss yang jatuh cinta pada omega laki-laki lembut yang cuma ingin hidup tenang." Disclaimer : ABO Desire adalah karya original yang dikembangkan oleh penulis dengan bantuan AI sebagai alat pendukung untuk eksplorasi visual dan pengembangan world building. Seluruh konsep utama cerita berasal dari penulis asli. Setiap pembaca tentu memiliki pendapat dan preferensi masing-masing. Jika penggunaan AI dalam proses pengembangan cerita kurang berkenan, penulis dengan hormat mempersilakan untuk melewati karya ini tanpa perlu meninggalkan komentar yang bersifat menjatuhkan. Terima kasih atas pengertian dan apresiasinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines