Kaelith von Astra selalu menganggap melodi piano sahabatnya adalah suara paling aman di dunia. Di bawah lampu-lampu kristal gedung opera yang megah, ia duduk di barisan depan, membiarkan setiap nada membawa jiwanya melayang. Sahabatnya-sang pianis jenius itu, sedang berada di puncak simfoninya, jemarinya menari di atas tuts gading dengan presisi yang mematikan.
Namun, keindahan itu terputus oleh suara yang tidak ada dalam partitur, "Krak."
Suara itu datang dari langit-langit. Berat, dingin, dan penuh ancaman. Kaelith mendongak, matanya menangkap pantulan cahaya dari lampu gantung raksasa yang mulai menyerah pada gravitasi. Waktu seolah melambat. Tanpa berpikir, tanpa logika, Kaelith melompat dari kursinya. Ia naik ke atas panggung dalam satu gerakan kalap. Ia tidak melihat maut yang jatuh dari atas; ia hanya melihat punggung sahabatnya yang masih terpaku pada musik.
BRAK!!
Satu dorongan kuat. Sahabatnya terlempar menjauh ke zona aman. Namun naasnya Kaelith tertimpa lampu itu. Dan dunia menjadi gelap.
Namun, kegelapan itu ternyata tidak abadi. Kegelapan itu mulai retak, dia bereinkarnasi di keluarga kaya, itulah yang dia lihat dari sudut pandangnya.
"Akhirnya, aku tidak perlu pusing memikirkan tagihan lagi! Uang, emas, permata... datanglah padaku!" Begitulah pikirnya.
Apakah ini benar-benar reinkarnasi yang ia impikan... atau sekadar tempat peristirahatan yang terkutuk?
[AUTHOR'S NOTE]
Status:Ongoing / Start.
Start:Jum'at-1-Mei-26.
Genre:Mystery, Fantasy, Komedi.
Inspirasi:Novel novel atau manhwa yang pernah proclus baca, game, kisah teman, imajinasi, dll.
©®:Concept&PlotbyNoah(Proclus).
TypoBertebaran:Penulisnya manusia biasa yang jempolnya sering typo, mohon dimaafkan.
Ini novel gabut, jangan heran kalau ceritanya aneh dan cringe.
JANGAN LUPA VOTE DAN TINGGALKAN PESAN, YAWWWW. Proclus menerima segala kritik dan ucapan yang baik maupun tidak baik dari makhluk makhluk di bumi seperti kalian.(*ˊᗜˋ*)
Disarankan baca prolog!
All Rights Reserved