because I'm the villain, right?

because I'm the villain, right?

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 26, 2026
"Enggak Vin, lu tuh gak bisa suka sama gua." - Zea. Ravindra Baskara, atau yang kerap dipanggil Ravin, adalah seorang polisi yang sudah bertugas selama kurang lebih 3 hingga 4 tahun. Dia adalah polisi yang cukup lihai dalam meringkus banyak penjahat. Namun, sikapnya yang pendiam dan selalu tidak enakan justru membawanya ke dalam sebuah kasus besar: menangkap seorang pembunuh berantai berdarah dingin bernama Seraphina Zea. Zea dijuluki sebagai "The Crimson Puppeteer" karena ciri khasnya yang selalu menggantung tubuh targetnya yang sudah tak bernyawa di atas langit-langit ruangan. Sialnya bagi Ravin, pembunuh berantai itu adalah teman lamanya saat masih sekolah dulu. Dan melihat dari deretan semua korban, hampir semua orang yang Zea habisi adalah mereka yang dulu merundungnya, serta orang-orang yang hanya diam membiarkan perundungan itu terjadi. Dari sanalah Ravin menarik kesimpulan yang mengerikan: Cepat atau lambat, dia juga pasti akan menjadi target berikutnya. Namun, di saat Ravin sedang memutar otak mencari cara untuk menjebak Zea, bel pintu apartemennya mendadak berbunyi. Ketika pintu dibuka, sosok Zea sudah berdiri di sana menunggunya. Zea langsung mencoba menyerangnya secara brutal. Tapi dengan kemampuan bicaranya, Ravin entah bagaimana berhasil membuat Zea percaya bahwa dia juga menaruh dendam mendalam kepada teman-teman mereka di masa lalu. Sejak malam itu, demi menyamar sebagai "mata-mata", Ravin terpaksa harus terus menyaksikan teman-teman sekolahnya mati dengan cara yang sangat mengenaskan. Namun, sebuah masalah baru yang jauh lebih berbahaya justru muncul. Ravin perlahan malah menaruh hati pada sosok pembunuh tersebut. Zea telah mengisi kekosongan di dalam hidupnya yang selama ini terasa hampa. Kini, di ujung semua darah dan kebohongan ini, Ravin harus dihadapkan pada satu pilihan mutlak: Menuntaskan pekerjaannya sebagai penegak hukum, atau mempertahankan sosok penjahat yang telah berhasil membuatnya merasa nyaman?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AVISENA
  • The Last Antagonis
  • 𝗗𝗲𝗸𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗲'𝗔𝘁𝗵𝗼𝘀
  • Ervan Carolline
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • SALAH OBAT
  • Side Character Syndrome
  • GHOST FACE: NEXT, ARE YOU READY? (21+) ✔️
  • [TAMAT] Help, I'm a Zombie!
  • S Di Antara Dua N
AVISENA

Awal mulanya, Avisena hanyalah anak sekolah berandalan yang kenakalannya dibatas wajar. Namanya cukup terkenal dikalangan remaja wilayahnya. Kemampuan dia bertarung, beberapa aksi nekatnya dalam memperlihatkan jati diri. Prinsip hidup Avisena adalah hidup tanpa ada yang bisa merendahkan dirinya. Latar belakang keluarganya yang berasal dari kelas menengah ke bawah membuatnya gencar untuk melakukan segala cara agar bisa terus bertahan hidup. Ibundanya yang sudah lama meninggal, juga Ayah yang sama sekali tidak pernah memiliki peran apapun dalam hidup Avi dan kedua saudaranya. Hingga suatu saat dia terjebak dalam kesepakatan bisnis ilegal yang sama sekali tidak terduga. Menjadi bodyguard seorang gadis kaya dari keturunan pembisnis gelap. Hidup Avisena yang sebelumnya tenang damai, seketika berubah drastis penuh rintangan. "So, kalian semua emang dari kecil dilatih buat jadi bodyguard sialan keluarga gila ini?" "Lo tanda tanganin kontrak kerja sebelumnya?" Avi mengerjap polos, "iya." "Lo baca?" "Eh, nggak. Gue pikir itu cuma kertas formalitas doang," katanya sudah berpikir ada yang salah di sini. Lantas, pria itu memijat pangkal hidungnya, merasa pusing menghadapi bocah sekolah yang seperti tersesat dalam tempat yang bukan seharusnya ia tahu. "Yang lo tanda tangani itu kontrak kerja seumur hidup, Avisena. Lo tanda tangani dokumen itu yang berarti lo nyerahin hidup lo sepenuhnya sama keluarga Wijaya." Saaat itulah mata Avi membelalak lebar. "NGGA MUNGKINNNN!!!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines